ADE/RADAR DEPOK BISNIS ILEGAL : PT Inti Benua Indonesia (IBIS) yang terletak di jalan M. Yusuf 1 Kav.38A, Mekarjaya, Sukmajaya dinyatakan ilegal oleh OJK.
yamaha-nmax
BISNIS ILEGAL : PT Inti Benua Indonesia (IBIS) yang terletak di jalan M. Yusuf 1 Kav.38A, Mekarjaya, Sukmajaya dinyatakan ilegal oleh OJK. Foto: Ade/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Publik infotainment terperangah. Pablo Putra Benua, pengusaha tajir yang mempersunting presenter Rey Utami tahun lalu, dikejutkan hasil investigasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Enam  perusahaan investasi yang tidak berlisensi milik Pablo harus menghentikan aktivitas bisnisnya oleh OJK. Salah satunya, PT Inti Benua Indonesia (IBIS) yang terletak di Jalan M Yusuf 1 Kav3  No8A, Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya.

Ketua Satgas Waspada Investasi OJK, Tongam L Tobing mengatakan, program investasi yang dilakukan  PT IBIS yaitu program HGP yang telah berjalan sejak 2011 di Medan melalui PT. Inti Benua Solusindo adalah ilegal dan belum memiliki izin.

“Aktivitas bisnis yang dilakukan oleh PT. IBIS merupakan kegiatan yang menyerupai lembaga pembiayaan sehingga izin sangat diperlukan untuk melakukan kegiatan ini,” ungkap Tongam kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Menurut Tongam, PT IBIS memiliki sistem yang disebut IBIS54 PRO, Program HGP dengan hanya biaya uang muka (DP) 54 persen dari harga di jalan (OTR). Dan konsumen dapat menggunakan motor atau mobil tanpa angsuran bulanan, tanpa membayar pajak dan asuransi tetap.

Calon nasabah yang ingin memiliki kendaraan, harus bayar dulu biaya administrasi, Rp5 juta untuk mobil dan sepeda motor Rp750,000, kemudian mengisi form reservasi dan kelengkapan data pribadi.

Kemudian, calon pelanggan harus membayar deposit sebesar 54 persen dari harga kendaraan OTR yang diinginkan serta menandatangani kontrak HGP IBIS. Setiap tahun harus membayar deposit, untuk mobil sebesar 10 persen dan 15 persen untuk jangka waktu bermotor maksimum yang diberikan setelah melakukan kontrak tiga tahun.

Pada akhir kontrak tiga tahun, mobil kembali dan dana deposito dikembalikan tapi dikurangi dengan 10 persen. Tapi untuk sepeda motor, sepeda motor dikembalikan dan dana dikembalikan deposit tapi dipotong 15 persen atau menjadi properti dengan menambahkan biaya 15 persen.

OJK mengimbau kepada masyarakat sebelum membuat investasi untuk melakukan hal-hal seperti memastikan perusahaan yang menawarkan investasi ini memiliki izin usaha dari instansi yang berwenang.

Jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, masyarakat dapat berkonsultasi atau melaporkan kepada OJK Layanan Konsumen melalui hotline 1500655, atau email ke [email protected] dan [email protected]

Pantauan Radar Depok, di gedung bekas Duta Residence terlihat beberapa unit motor baru yang terparkirkan. Salah seorang penjaga gedung, Anto mengatakan, tidak mengetahui mengenai bisnis yang dijalankan oleh sang majikan, karena menurutnya PT IBIS hanya mengontrak di gedung tersebut. “Saya kurang tahu, saya bekerja dengan pak Edy Faisal pemilik gedung ini. Kalau bisnis apa saya tidak tahu,” ungkap Anto.

Meskipun sudah dua tahun kantor tersebut berdiri, beberapa warga sekitar tidak ada yang mengetahui bisnis yang dijalankan oleh PT IBIS, “Saya tahunya cuma jual beli motor, semacam dealer gitu,” pungkas seorang warga sekitar.

Terpisah, Pablo Putra Benua menjelaskan, ada kesalahpahaman. Perusahaan yang didirikan bukan berbentuk investasi. “Perusahaan punya saya sendiri, modal-modal saya sendiri. Nggak ada satu pun investasi berapapun nominalnya,” ucap Pablo kepada wartawan.

Sejak berdiri ini bukan perusahaan investasi. Dan dia tidak pernah mengajak atau memaksa orang investasi di perusahaannya.  “Nggak pernah membuka diri siapapun untuk masukin investasi di perusahaan saya,” tambah Pablo.

Pria yang baru merilis single bersama Rey Utami itu menerangkan, bisnis yang dijalaninya menjalankan kepemilikian kendaraan dengan sistem guna pakai atau rental. Dalam hal ini, pihak OJK salah mengira karena nama legal perusahaannya adalah Ibis Credit Company.

“Credit Company maksudnya bukan dalam arti kita tiap bulan bayar. Itu kita gunakan buat trademark perusahaan aja, buat balance macam kata debit, kredit,” ucapnya.

Namun urusan dengan OJK akhirnya sudah diselesaikan. Sebagai pimpinan, Pablo Putera Benua mematuhi peraturan yang diberikan OJK. “Kita ikuti aturan, saya bikin penyempurnaan dan pembaharuan buat perusahaan saya. Saya taat hukum saja, apa yang diminta OJK kita lengkapi.

Belajar lewat bimbingan OJK, ngajarin kita dan itu sudah komitmen antara kami,” pungkas Pablo.

Sebelumnya, OJK melalui Satgas Waspada Investasi telah memanggil Pablo untuk menerangkan produk bisninya pada tanggal 5 Oktober dan 31 Oktober 2016. Namun, Pablo tak hadir.(ade/hmi)

Bisnis yang Dijalankan Suami Artis Rey Utami
– OJK baru-baru ini menetapkan enam perusahaan investasi ilegal
– Salah satunya milik Pablo Putra Benua, suami Rey Utami
– Ada enam perusahan PT Inti Benua Indonesia (IBIS) milik Pablo
– Salah satunya di Jalan M Yusuf 1 Kav3  No8A, Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya
– Program investasi yang dilakukan PT IBIS yaitu program HGP
– Telah berjalan sejak 2011 di Medan
– Aktivitas bisnis PT. IBIS kegiatan yang menyerupai lembaga pembiayaan
– PT IBIS memiliki sistem yang disebut IBIS54 PRO
– Program HGP dengan hanya biaya uang muka (DP) 54 persen dari harga di jalan (OTR)