BIKIN HEBOH: Spanduk dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Depok membuat heboh lantaran kesalahan penulisan. Foto : IRWAN / RADAR DEPOK
yamaha-nmax

 

BIKIN HEBOH: Spanduk dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Depok membuat heboh lantaran kesalahan penulisan. Foto : IRWAN / RADAR DEPOK

DEPOK – Rapat Paripurna DPRD Kota Depok, pembukaan masa sidang kedua tahung sidang 2016-2017 di Gedung DPRD Kota Depok, Rabu (5/1) membuat heboh.

Sebelum dimulai, Anggota Fraksi Partai Golkar, Tajudin Tabri melihat spanduk dibelakang pimpinan sidang, bahwa tulisan Depok ada yang kurang huruf “P”, jadi tertulis Deok. Hal itu sontak membuat Tajudin protes dan meminta spanduk diturunkan.

“Instruksi. Tolong spanduk yang ada dibelakang diturunkan ada yang salah. Turunkan,” ucap Tajudin.

Semua itu sudah berlalu. Lalu bagaimana penjelasan pihak Setwan DPRD Kota Depok atas insiden tersebut. Kasubag Humas Setwan DPRD Kota Depok, Steve Mada mengatakan jika kekurangan satu huruf tersebut berasal dari kesalahan percetakan.

Namun begitu, ia tak mau lepas tanggungjawab. Kesalahan ini juga ada andil darinya, karena tidak memeriksa kembali spanduk sebelum dipasang.

“Sebenarnya konsep tulisan di spanduk sudah kami berikan ke pihak percetakan. Biasanya tidak mengubah tulisan Rapat Paripurna DPRD Kota Depok, karena itu terdelete oleh pihak percetakan,” jelas Steve kepada Radar Depok, kemarin.

Steve mengatakan bahwa kesalahan seperti ini baru pertama kali terjadi. Dia berjanji akan memperbaiki kesalahan.

“Pihak percetakan meminta maaf dan bagian dari kesalahan kami. Sekian tahun Paripurna baru kali ini terjadi,” katanya.

Anggota Komisi A DPRD Kota Depok, Mohammad Sakam menilai bahwa kesalahan tulis pada spanduk itu adalah hal biasa. Ia tak ingin mempermasalahkan.

Walau demikian, Sakam mengatakan bahwa kesalahan itu mesti menjadi  pembelajaran bagi para penyelengaraan Rapat Paripurna kedepan.

“Jadi pembelajaran terutama bagi bidang persidangan. Jangan terulang lagi,” tegas Politisi Gerindra ini. (irw)