Foto: Ist/Radar Depok MENAMPUNG ASPIRASI : Anggota DPRD Kota Depok Dapill Pancoranmas, Hafid Nasir saat melaksanakan reses pada masa sidang ke dua 2017.
yamaha-nmax
MENAMPUNG ASPIRASI : Anggota DPRD Kota Depok Dapill Pancoranmas, Hafid Nasir saat melaksanakan reses pada masa sidang ke dua 2017. Foto: Ist/Radar Depok

RADAR DEPOKCOM – Anggota DPRD Kota Depok, Hafid Nasir mendapat kritikan. Musababnya, ia dinilai mencederai proses reses dewan lantaran melaksanakannya di gedung sekolah. Tepatnya SDN Pitara 2, Kelurahan/Kecamatan Pancoranmas.

Pengamat Politik Universitas Nasional, Rusdy Setiawan Putra yang mengecam keras tindakan tersebut. “Secara etika sama sekali tak pantas seorang anggota dewan melaksanakan reses di sekolah,” tutur Rusdy kepada wartawan kemarin.

Pria yang juga menjabat Direktur Eksekutif Fordes Institut ini pun, mengaku bingung dengan jalan pikiran anggota dewan dari Fraksi PKS itu. Padahal, Badan Pemeriksa Keuangan (PBK) sudah berulang kali mengingatkan untuk dewan tidak melakukan reses di masjid, sekolah, dan kantor partai.

“Kenapa BPK berulang kali mengingatkan Dewan untuk tidak melakukan reses di masjid, sekolah dan kantor partai. Selain terkait laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran yang akan sulit, juga terkait sekolah yang harusnya tidak boleh dijadikan lokasi politik praktis,” katanya.

Menimpali hal itu, Hafid mengatakan bahwa reses tujuanya untuk menjaring aspirasi atau menerima masukan-masukan dari masyarakat.

Selain itu juga, melakukan reses di SDN Pitara 2 mengingatkan karena dikunjungan awal Januari 2016 ketika pembangunan tiga  unit Ruang Kelas Belajar (RKB) mangkrak.

Dan berdampak pada, program Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terganggu dua 2 jam sehari. Namun hasilnya di Desember 2016 sudah selesai pembangunanya.

“Di hadapan orang tua dan wali siswa termasuk dewan guru, kami menyampaikan penjelasan yang terkait dengan  perbedaan bantuan sekolah, pungutan sekolah dan sumbangan yg tertuang di Permendikbud nomor 75 tahun 2016,” tuturnya. (irw)