KEJI: Tersangka pembunuh nenek Sumarminah (65), Solehudin alias Soleh alias Joko (33), dikawal anggota Satuan Reskrim Polresta Depok menyusuri lokasi pembuangan jasad Sumarminah di Gunung Kapur Kampung Bulak, RT01/10, Desa Leuweung kolot, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Foto : Istimewa
yamaha-nmax

 

KEJI: Tersangka pembunuh nenek Sumarminah (65), Solehudin alias Soleh alias Joko (33), dikawal anggota Satuan Reskrim Polresta Depok menyusuri lokasi pembuangan jasad Sumarminah di Gunung Kapur Kampung Bulak, RT01/10, Desa Leuweung kolot, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Foto : Istimewa

DEPOK Kasus penculikan yang menimpa nenek Sumarminah alias bu Heru berakhir nestapa. Perempuan 65 tahun itu dibunuh dan mayatnya dibuang di Gunung Kapur Kampung Bulak, RT01/10, Desa Leuweung kolot, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Polisi pun bergerak cepat. Dari kasus pembunuhan ini, seorang tersangka berhasil ditangkap. Dia adalah Solehudin alias Soleh alias Joko (33). Soleh dibekuk di rumah kontrakannya, bilangan Kampung Salak, Desa Bojongjengkol, Ciampea, Bogor.

Kemarin bersama tersangka, jajaran Satuan Reskrim Polresta Depok mendatangi lokasi pembuangan mayat korban. Saat ditemukan, mayat dalam kondisi mengenaskan. Sebagian tubuhnya dibungkus karung dan ditutupi dengan rumput.

“Pelaku berhasil kami tangkap di Bogor. Setelah itu kami langsung mendatangi TKP (lokasi pembuangan mayat),” ungkap Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Teguh Nugroho, didampingi Kasubag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus.

Firdaus mengatakan, latar belakang kasus ini adalah masalah hutang piutang. Penyidik saat ini masih menggali keterangan dari tersangka, termasuk motif pasti sampai tersangka menculik dan menghabisi nyawa korban. Cara pelaku menghabisi korban juga masih didalami.

Joko sempat mengirim pesan singkat kepada keluarga korban. Isinya, jika korban ingin kembali, mesti menyiapkan uang sebesar Rp10 juta.

“Dari tangan tersangka, kami menyita ponsel korban, buku tabungan, dan ATM,” papar dia.

Diberitakan sebelumnya, Sumarminah menghilang sejak 26 Desember 2016. Korban tinggal bersama anaknya, Retno Ciptaningsih (41) yang beralamat di Bukit Cengkeh Berbunga, Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya.

Pada 25 Desember 2016, kepada Retno, korban pamit pergi ke Bogor karena ada suatu keperluan. Siang hari korban sempat mengabari jika sudah tiba di tempat tujuan. Tapi menjelang sore, tak ada lagi kabar dari korban. Ponselnya pun tidak aktif.

Sekitar pukul 02:23 WIB, Retno menerima SMS. “Isinya (SMS) kalau mau bu Heru selamat usahain uang Rp10 juta besok paling telat jam 12 siang sudah harus kirim.

Terus kalau mau kirim kasih tahu dulu oke. Kalau mau tahu bu Heru sekarang posisinya sehat. Kalau sampai besok tidak dikirim, kami masukan ke penjara,” kata AKP Firdaus.

Panik, Retno lantas membuat laporan ke Polda Metro Jaya, dengan nomor laporan Lp/6363/K/XII/2016/PMJ/Dit Reskrimum, tanggal 27 Desember 2016.

Berkas lalu dilimpahkan ke Polresta Depok dengan nomor B/20/I/2017/Direskrimum, tanggal 3 Januari 2017.

Kini jasad bu Heru berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati guna kepentingan otopsi. Atas kasus ini, tersangka terbukti melakukan tindak pidana penculikan, perampasan kemerdekaan dan pembunuhan dengan direncanakan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 328 KUHP, Pasal 333 KUHP, dan atau 340 KUHP.

“Ancaman penjara maksimal seumur hidup,” tutup AKP Firdaus. (jun)