PAPARKAN: Kapolresta Depok, Kombes Herry Heryawan bersama Wakapolresta Depok, AKBP Candra Kumara menggelar rilis akhir tahun di Mapolresta Depok, belum lama ini. Foto : Dicky/radar Depok
yamaha-nmax
PAPARKAN: Kapolresta Depok, Kombes Herry Heryawan bersama Wakapolresta Depok, AKBP Candra Kumara menggelar rilis
akhir tahun di Mapolresta Depok, belum lama ini. Foto : Dicky/radar Depok

Angka kejahatan di Kota Depok di 2016 cukup meningkat secara signifikan. Jumlahnya mengalami kenaikan dibanding pada 2015 lalu. Nah, ini yang kemudian menjadi tantangan bagi jajaran Polresta Depok untuk terus meningkatkan kinerjanya di 2017.

Berdasarkan data pelaporan yang masuk ke Polresta Depok. Tercatat di 2016 ada sebanyak 3.637 total kejahatan. Angka ini meningkat dibanding 2015 yang berjumlah 3.068 kasus atau naik sebesar 18,55 persen.

Dari data tersebut, di 2016, polisi mampu mengungkap 2.375 kasus. Sementara di 2015 berhasil terungkap sebanyak 2.174 kasus. Merujuk hasil tersebut, polisi berhasil menaikan angka presentase ungkap kasus sebesar 9,25 persen (kasus 2015 dan 2016).

“Kami berupaya terus memperbaiki kinerja di 2017. Kasus antensi sedang kami kerjakan,” ungkap Kapolresta Depok, Kombes Herry Heryawan belum lama ini.

Masih dari data 2016. Medio Januari tercatat sebagai bulan dengan banyak kasus kejahatan. Jumlahnya mencapai 363 kasus, lalu April dengan 361 kasus, dan Agustus di tempat ketiga dengan 341 kasus.

Selanjutnya untuk pengungkapan, polisi mencapai hasil memuaskan di Agustus dengan bisa memecahkan sebanyak 260 kasus. “Kami akan melaksanakan tugas guna menjaga kondusifitas Kota Depok, terutama untuk pengungkapan kasus di tengah masyarakat,” ucapnya didampingi Kasubag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus.

Lebih lanjut, tambah Herry, beberapa kasus penting, seperti pembunuhan mahasiswa UI Akseyna Ahad Dori masih diperiksa.

“Kasus Akseyna hingga sekarang masih terus diselidiki. Termasuk kasus lainnya yang masih menjadi tunggakan, Insyaallah akan terungkap,” beber dia.

Selanjutnya, Firdaus menambahkan, dari jumlah total seluruh kasus di 2016, pihaknya membagi ke dalam empat kategori kejahatan. Antara lain, aniaya dengan pemberatan (Anirat), pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian disertai kekerasan (Curas), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

Nah dari empat kategori kejahatan itu, angka curat paling tinggi dengan 354 kasus. Selanjutnya, curanmor 326 kasus, anirat 181 kasus, dan curas dengan 25 kasus. Totalnya 886 kasus, atau lebih tinggi dibanding 2015 dengan 818 kasus.

Jika membagi ke tingkat Polsek, dari empat kasus itu, Polsek Beji menjadi terbanyak dengan 197 kasus, sementara Polsek Bojonggede menjadi yang paling sedikit. Ada sebanyak 46 kasus.

“Tren kriminalitas pada 2017, masih seputar pemilu Gubernur DKI serta penyebar isu oleh orang tidak bertanggungjawab melalui medsos. Kedua hal ini rentan dapat menjadi polemik dalam masalah kerawanan. Tidak hanya di Jakarta, namun Depok juga,” tegasnya

Selanjutnya bicara kasus narkoba. Firdaus mengatakan di 2016, total ada sebanyak 353 kasus yang masuk. Dan yang berhasil diungkap sebanyak 284 kasus.

Adapun barang bukti yang disita, yakni ganja sebanyak 28.181.98 gram, pil ekstasi sebanyak 23 butir, dan sabu-sabu 539.43 gram.

“Kami tangkap sebanyak 448 pengedar, pengguna satu orang, dan ASN empat orang,” beber dia.

33 Orang Tewas Kecelakaan

Kasubag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus mengatakan jika angka kecelakaan di Kota Depok medio 2016 meningkat. Jumlahnya mencapai 334 kasus. Bandingkan di 2015 yang cuma 287 kasus. “Hal ini patut menjadi perhatian bagi pengguna kendaraan untuk berhati-hati,” ucap Firdaus.

Berdasarkan data tersebut, jelas Firdaus, sebanyak 33 orang meninggal dunia, 219 mengalami luka berat, dan 101 orang menderita luka ringan.

“Di 2015, sebanyak 19 orang yang meninggal akibat kecelakaan. 239 orang luka berat, dan 148 orang luka ringan,” timpalnya.

Daus-sapaannya-menuturkan, kecelakaan tidak melulu melibatkan kendaraan bermotor, melainkan juga kereta api listrik (KRL). Nah di 2016 ini, angka kecelakaan yang melibatkan KRL menurun, dengan jumlah hanya delapan kasus. Padahal di 2015, angkanya cukup tinggi. Ada sebanyak 22 kasus.

“Wilayah hukum Polresta Depok yang dilintasi KRL ada tiga Polsek, yaitu Polsek Beji, Pancoranmas, dan Bojonggede,” tandasnya. (jun)