TERASA HASILNYA: Normalisasi Kali Jantung yang melintasi RW19, 20 dan 22 Kelurahan Abadijaya terus dilakukan. Selanjutnya, bibir kali yang bermuara ke Situ Pengarengan akan diturap. Foto : Rama/Radar Depok
yamaha-nmax

 

TERASA HASILNYA: Normalisasi Kali Jantung yang melintasi RW19, 20 dan 22 Kelurahan Abadijaya terus dilakukan. Selanjutnya, bibir kali yang bermuara ke Situ Pengarengan akan diturap. Foto : Rama/Radar Depok

ABADIJAYA – Bidang Sumber Daya Air (SDA) pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Dibimasda) masih melakukan pengerukan atau normalisasi Kali Jantung. Terutama yang melintasi RW19, 20 dan 22 Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya.

Normalisasi mulai terasa dampaknya bagi warga Perumahan Mekar Perdana RW22. “Kalau sebelum dikeruk, hujan turun sampai dua jam lingkungan kami pasti banjir. Tapi sekarang alhamdulillah sudah nggak lagi,” kata Ketua RW22 Sulaeman kepada Radar Depok.

Selain melakukan normalisasi, badan Kali Jantung ikut diperlebar. Ini dilakukan agar volume atau debit air yang melintas bisa lebih banyak.

“Atas nama warga Perumahan Mekar Perdana, kami berterima kasih kepada pemerintah kota, LPM, kelurahan, yang sudah berjuang untuk lingkungan kami,” kata Sulaeman.

Di tempat yang sama, Ketua LPM Kelurahan Abadijaya, Antoni P. Sarumaha, mengatakan, kegiatan normalisasi dan pengerukan Kali Jantung merupakan program lanjutan Dibimasda dalam rangka melaksanakan dan mengimplementasikan salah satu program Walikota Depok, yaitu sahabat lingkungan ‘Kali bebas sampah dan banjir’.

“Ini bukan proyek, tapi program Walikota yang memang fokus membenahi sungai atau kali,” kata Antoni.

Rencananya, setelah normalisasi selesai, LPM akan mengajukan kepada dinas terkait untuk pembuatan turap Kali Jantung.

“Sebenarnya sudah kita usulkan (penurapan kali), tapi akan coba kita terus dorong supaya cepat terealisasi. Agar hasil normalisasi nggak sia-sia,” katanya.

Turap akan dibuat dengan konsep bertrap pada sisi lahan RRI Kelurahan Cisalak. Melihat ketinggian tebing Kali Jantung bervariatif antara 5 sampai dengan 8 meter.

“Mudah-mudahan bisa tuntas penanganan Kali Jantung di lingkungan RW22 ini. Nanti kita juga akan berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Cisalak soal pembuatan turap.

Karena kan ini lahannya ada di RRI Cisalak, tapi dampaknya ke Abadijaya,” kata Antoni.

Lurah Abadijaya, Pairin, meminta kepada warga RW22 Perumahan Mekar Perdana menjaga kondisi kali setelah normalisasi selesai dilakukan.

“Jangan lagi buang sampah di kali. Yang merasakan dampaknya kan warga juga. Kita jaga bersama agar kelestariannya tetap terjaga,” pesan Pairin. (ram)