ADE/RADAR DEPOK TAK TERTOLONG : Akibat mengejar layangan putus, Ahmad Fahriyansyah (8) terjeblos ke dalam sumur sedalam 2,5 meter. Meskipun telah dilakukan pertolongan pertama, namun naas nyawa bocah tersebut tidak tertolong.
yamaha-nmax
TAK TERTOLONG : Akibat mengejar layangan putus, Ahmad Fahriyansyah (8) terjeblos ke dalam sumur sedalam 2,5 meter. Meskipun telah dilakukan pertolongan pertama, namun naas nyawa bocah tersebut tidak tertolong. Foto: Ade/Radar Depok

BOPONTER–Layangan menjadi mainan yang sedang digandrungi saat ini. Namun, di Kelurahan Bojong Pondok Terong (Boponter), Cipayung, tepatnya di Kampung Bojong Bambon, RT2/6, malah jadi petaka. Asik mengejar layangan putus, Ahmad Fahriyansyah bocah berumur 8 tahun, meninggal setelah terperosok kedalam sumur sedalam 2,5 meter.

Ayah korban, Tarmidi (47) mengatakan, kejadiannya sekitar pukul 16.30 WIB Ahmad Fahriyansyah ketika itu sedang bermain dengan kedua temannya Reza Aditya (7), M. Fauzan (6) dan Ali (7).

“Saat melihat ada layangan putus, mereka mengejar layangan tersebut hingga sampai di sebuah rumah kosong,” ungkapnya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Rumah yang tidak diketahui pemiliknya tersebut, memang sudah lama tidak ada penghuninya sejak pemiliknya menjual rumah tersebut. “Karena pagarnya terkunci, akhirnya mereka masuk kehalaman dengan cara memanjat,” lanjutnya lirih.

Tarmidi melanjutkan, Ahmad yang melakukan ekekusi untuk mengambil layangan tersebut, sedangkan ketiga temannya menunggu di depan pagar. Namun naas, tak jauh dari pagar, Ahmad menginjak sebuah lubang yang tertutup oleh terpal.

“Anak saya tidak mengetahui adanya lubang disitu, karena kondisinya tertutup terpal dan banyak rumput lebat,” tutur Tarmidi.

Seketika Ahmad terkulai lemas dengan mengeluarkan busa dari mulutnya. Nyawa Ahmad tidak tertolong meskipun sempat di bawa ke klinik.

Bhabinkamtibmas Boponter, Aiptu Sugiarto mengatakan, keluarga telah mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai sebuah kecelakaan. “Kami sudah berunding dengan keluarga dan keluarga menyatakan kejadian tersebut merupakan musibah dan tidak akan menuntut kepada pihak manapun, serta tidak bersedia dilakukan visum dan otopsi,” ungkap Sugiarto

Pernyataan tersebut dibuktikan dengan keluarga korban yang membuat surat pernyataan dengan ditanda tangani oleh orangtua dan keluarganya serta para saksi ketua RT dan RW. (ade)

Main LayanganBerunjung Maut

Ahmad dan ketiga temannya Reza Aditya (7), M. Fauzan (6) dan Ali (7) sedang bermain layangan.
Saat melihat ada sebuah layangan putus, mereka berinisiatif untuk mengejar hingga masuk kedalam sebuah rumah kosong.
Ahmad memanjat pagar rumah tersebut, namun ketiga temannya menunggu diluar
Saat mencari layangan, tiba-tiba Ahmad terperosok kedalam lubang setinggi 2,5 meter
Ahmad dilarikan ke klinik namun nyawanya tidak tertolong