LANGSUNG DIMAKAMKAN: Korban terbakarnya Kapal Motor Zahro Express, M. Nurdin (43) dan putrinya, Nazwa Syarla (12) saat disemayamkan di rumah duka di jalan pipit, RT01/RW02, Beji Timur. Korban malam itu juga langsung dimakamkan. Foto : Ade/Radar Depok
yamaha-nmax
LANGSUNG DIMAKAMKAN: Korban terbakarnya Kapal Motor Zahro Express, M. Nurdin (43) dan putrinya, Nazwa Syarla (12) saat disemayamkan di rumah duka di jalan pipit, RT01/RW02, Beji Timur. Korban malam itu juga langsung dimakamkan. Foto : Ade/Radar Depok

DEPOK – Pascaidentifikasi oleh Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri, lima jenazah korban terbakarnya KM Zahro Express, Selasa (3/1), jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Dua diantaranya adalah jenazah M. Nurdin (43) dan putrinya Nazwa Syarla Faradilla (12).

Dua ambulan yang membawa jenazah tiba di rumah duka Jalan Pipit RT01/RW02 Beji Timur sekitar pukul 18.30 WIB. Tampak adik korban, Nurlaela (39) tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Hampir semua keluarga dan tetangga yang hadir turut ikut menetaskan air mata.

Nurlaela mengaku, masih belum percaya atas kepergian kakaknya. Ia merasa kehilangan sosok yang sangat dibanggakan. “Almarhum orangnya baik banget, nggak pernah marah. Sosok begitu dewasa, membuat kami sangat menghormatinya,” ungkap Nurlaela kepada Radar Depok.

Yang paling diingat semasa hidupnya adalah, Nurdin tak pernah terlihat murung dan murah senyum. “Keduanya langsung dimakamkan di TPU Bambon, gak jauh dari rumah orang tua,” katanya.

Saat ini, keluarga besarnya masih harap-harap cemas atas kondisi anak pertama Nurdin, yaitu Nadia Syifa Muzdalifah (16) yang belum ditemukan keberadaannya.

“Kami harap Nadia selamat. Tapi, bila Tuhan menakdirkan sebaliknya, kami sekeluarga berusaha ikhlas,” ungkapnya.

Sementara itu, kondisi istri M. Nurdin, Hafsari (42) hingga kini masih dirawat intensif. Salah satu kerabat Nurdin, Noval mengatakan, meski kondisi Hafsari mulai membaik, namun ia masih dipasang selang infus dan butuh perawatan.

“Sampai saat ini tante saya masih dirawat intensif di RSCM. Tapi kondisinya sudah membaik,” ungkapnya.

Pantauan Radar Depok, anak bungsu Nurdin, yakni Rifa Rizkiawan (7) tampak mengikuti prosesi pemakaman ayah dan kakaknya.

Sebelumnya, Pusdokkes Polri mengindentifikasi lima jenazah lainnya korban KM Zahro Express. Kelima jenazah itu mengalami luka bakar 100 persen. Mereka antara lain, M. Nurdin (40) asal Depok, Nazwa Sarla (11) asal Depok, Moh. Bunyamin (43) asal Cilandak.

Kemudian, Yeti Herawati (43) asal Bogor dan Otih Sugiarti (69) asal Bandung. Kelima jenazah langsung diserahkan pada pihak keluarga.

“Hari ini kami dapat mengidentifikasi lima korban. Kepada keluarga korban yang belum teridentifikasi pada kesempatan ini kami mohon kesabaran,” ujar Kepala Pusdokkes Polri Brigjen Pol dr Arthur Tampi, di Instalasi Kedokteran Forensik Pusdokkes Rumah Sakit Bhayangkara R.Said Sukanto (RS Polri), Kramat Jati, Jakarta, Selasa.

Sebelumnya, polisi telah mengindentifikasi enam dari 23 jenazah korban. KM Zahro Express terbakar setelah berlayar satu mil dari Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, menuju Pulau Tidung di Kepulauan Seribu pada Minggu (1/1) pukul 08.30 WIB. Kapal itu mengangkut sekitar 240 penumpang.

Sebanyak 194 penumpang selamat dalam kecelakaan itu, 23 lainnya meninggal dunia, dan masih ada yang belum ditemukan. (ade/gun)