ADE/RADAR DEPOK TAK PERNAH SEPI: Pelayanan di Kelurahan Bojong Pondok Terong kurang maksimal, lantaran kurangnya pegawai.

 

TAK PERNAH SEPI: Pelayanan di Kelurahan Bojong Pondok Terong kurang maksimal, lantaran kurangnya pegawai. Foto: Ade/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Rotasi di tubuh ASN Kota Depok banyak disayangkan di beberapa kecamatan dan kelurahan. Tak terkecuali di Kelurahan Bojong Pondok Terong (Boponter), Cipayung.

Lurah Boponter, Bachtiar Satria Buana, mengatakan, kurangnya staf kelurahan membuat pelayanan sedikit terganggu.

“Ini sudah saya sampaikan kepada pak camat,” kata Bachtiar.

Akibat kekurangan pegawai, Bachtiar harus ikut melakukan pekerjaan yang dilakukan stafnya. Saat ini jumlah pegawai hanya tujuh orang. Itu pun termasuk lurah, sekretaris kelurahan, dan tiga kepala seksi (kasi).

“Para kasi ini tidak memiliki staf, sehingga bekerja sendiri. Kami semua kerja rangkap agar bisa melayani masyarakat, walau terlambat,” kata Bachtiar.

Menurut dia, idealnya masing-masing kasi memiliki staf sehingga semua pekerjaan dan pelayanan bisa teratasi.

“Kami serba salah. Di satu sisi masyarakat menuntut pelayanan maksimal, sementara di sisi lain kelurahan kekurangan staf,” katanya.

Jumlah penduduk Kelurahan Boponter yang mencapai 90.000 jiwa, tersebar di 91 RT dan 13 RW, tentunya, kata Bachtiar, sangat sulit dijangkau dengan staf yang ada saat ini. “Saya mohon ditambah saja,” kata Bachtiar.

Menanggapi keluhan ini, Camat Cipayung, Asep Rahmat, telah melihat kekurangan pegawai di setiap kelurahan.

“Kalau kekurangan pegawai merupakan masalah di setiap kelurahan. Harap dimaklum saja, karena kebijakannya ada di pemerintah kota,” kata Asep. (ade)