yamaha-nmax

LITERASI: Lurah Sukamaju, Sumarna (ketiga kanan), melihat rumah baca yang dibentuk Ketua RT01/09.ADE/RADAR DEPOK

SUKAMAJU – Ketua RT01/09, Kelurahan Sukamaju, Cilodong, membentuk rumah baca anak. Rumah baca yang diperuntukan bagi anak hingga remaja tersebut merupakan inisiasi dari ketua RT, sebagai wujud nyata dalam menjadikan Depok menjadi Kota Layak Anak.

Ketua RT01/09, Dwi Haryono, mengatakan, dirinya miris terhadap kondisi anak di zaman sekarang yang sudah mulai diperbudak teknologi, hingga mempengaruhi perilaku si anak.

“Anak sekarang jadi malas belajar dan fokusnya ke game. Jika itu dibiarkan, maka kondisi anak kedepan akan menjadi generasi yang buta (membaca),” ujar Dwi kepada Radar Depok.

Dengan membaca, Dwi percaya anak akan memperoleh wawasan dan pengetahuan. Sehingga, meski pun perkembangan zaman terus bergerak, perilaku anak tetap terkontrol.

“Ibarat bertani, membaca merupakan pupuk dalam mengembangkan benih, agar (anak) tumbuh sempurna,” katanya.

Rumah baca yang memanfaatkan teras rumah Dwi dibentuk sejak Juni 2016. Buku-buku yang diletakkan merupakan hasil sumbangan warga dan sedikit koleksi bukunya.

“Karena ini untuk kepentingan bersama, maka dibutuhkan kerja sama seluruh warga agar dapat membantu meningkatkan minat baca anak dengan menyumbangkan bukunya,” kata Dwi.

Sulit memang mengajak anak untuk membaca. Karena menurutnya, saat ini perilaku membaca masih awam di tingkat anak, terlebih kemajuan teknologi yang turut berpengaruh.

“Semenjak perpustakaan ini berdiri, kurang lebih setiap hari ada lima anak yang membaca. Memang sulit menumbuhkan minat baca. Tapi dengan ikhtiar dan berdoa maka niscaya minat baca akan bertambah,” ujarnya.

Salah seorang anak, Romdon Ramadhan (12), yang bersekolah di SDN 2 Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, mengatakan senang dengan adanya perpustakaan di lingkungan rumahnya.

“Saya senang baca, tapi koleksi perpustakaannya masih sedikit. Maunya ada tambahan koleksi (buku bacaan),” ujar Romdon. (ade)