BERHASIL DIUNGKAP: Kapolsek Cimanggis, Kompol Hari Agung (ketiga kiri) bersama jajarannya menggelandang kawanan pelaku curanmor ke markasnya, kemarin. Foto : RICKY/RADAR DEPOK
yamaha-nmax

 

BERHASIL DIUNGKAP: Kapolsek Cimanggis, Kompol Hari Agung (ketiga kiri) bersama jajarannya menggelandang kawanan pelaku curanmor ke markasnya, kemarin. Foto : RICKY/RADAR DEPOK

CIMANGGIS – Tiga pelaku anggota komplotan pencurian bermotor (curanmor) yang kerap beraksi di wilayah Kecamatan Cimanggis dan Sukmajaya dibekuk anggota Tim Anti Bandit Cimanggis (ABC), di wilayah Cibinong dan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jumat (6/1) dinihari.

Pelaku yang diamankan F (15), RA alias Reno (25), dan AA alias Andi (25) warga Lampung Timur.

Pelaku Reno dan Andi terpaksa dibedil pada bagian kaki karena mencoba melarikan diri dari kejaran petugas.

“Penangkapan ketiga pelaku spesialis curanmor ini dipimpin Kapolsek Cimanggis Kompol Agung didampingi Kanit Reskrim Iptu Suparno.

Tim ABC mengintai di masing-masing tempat tinggal kontrakan para pelaku di kawasan Cibinong dan Gunung Putri, Kabupaten Bogor,” kata Wakapolresta Depok, AKBP Candra Kumara, kepada Radar Depok.

Terungkapnya kasus ini berawal hasil pengembangan tersangka Reno, yang lebih dulu tertangkap petugas dibantu warga saat kepergok mencuri motor Yamaha Vixion hitam F 4333 LK milik Dede Jenal Mustakim (19).

“Pelaku coba mencuri saat motor sedang terparkir dalam teras rumah di Kampung Jatijajar, RT02/01 Kelurahan Jatijajar, Tapos, Kamis (5/1) sekitar pukul 01:30 WIB,” kata Candra.

Pelaku Reno bertugas sebagai pengintai, sedangkan Andi selaku eksekutor. Sementara satu pelaku berinisial DS, kapten dari komplotan ini, berhasil melarikan diri dengan cara nyemplung ke Kali Laya.

Saat Reno dibawa untuk menunjukkan persembunyian Andi, dalam perjalanan Reno mencoba melarikan diri, hingga akhirnya petugas membedil kakinya.

“Saat hendak ditangkap, si pelaku Andi juga mencoba melawan, jadi anggota menembak kakinya. Sementara DS masih buron,” ungkap Candra.

Modus komplotan ini, kata Candra, hunting lebih dulu, kemudian mengambil motor dengan cara menggunakan kunci letter T.

Sementara itu, Kapolsek Cimanggis, Kompol Hari Agung, menambahkan, berdasarkan keterangan para pelaku, komplotan ini sudah lima kali beraksi di Kecamatan Cimanggis dan Sukmajaya.

“Untuk wilayah Cimanggis tiga kali dan Sukmajaya dua kali,” kata Agung.

Motor hasil curian kemudian dipreteli, mulai dari sasis, bodi, mesin dan lainnya dijual ke pedagang sparepart motor bekas.

Untuk sasis dipotong-potong dan dijual ke tukang loak di daerah Gunung Putri, Bogor. “Uang hasil curian dibagi bertiga untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” bebernya.

Pelaku F berperan sebagai joki pembawa hasil motor curian. “F berhasil kita amankan di rumah kontrakannya bilangan Sukmajaya.

Hasil penggeledahan ditemukan satu karung pretelan body motor Honda Kharisma dan sepasang plat nomor copotan diduga hasil pencurian,” tambahnya.

Barang bukti hasil kejahatan pelaku berupa anak kunci letter T, lima buah kunci ring, obeng, kunci motor, dua plat nomor copotan diduga hasil curian yaitu B 4777 UZ, dan B 3144 RM, sepeda motor Vixion milik korban dan motor pelaku Yamaha Mio J merah B 3895 EBH. (cky)