yamaha-nmax

DEPOK– Akhir Januari 2017. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Depok menggelar Musyarawah Kota (Musorkot), dimana akan ada ketua baru, mengantikan posisi Amri Yusra.

Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Igun Sumarno berharap kepada kepengurusan KONI yang baru nantinya, berisikan orang-orang yang memiliki latarbelakang olahraga.

“Selain itu juga harus konsen, bahwa fasilitas olahraga kita jauh tertinggal dari kota/kabupaten lain di Jawa Barat,” kata Igun kepada Radar Depok, kemarin.

Ketertinggalan olaharga di Kota Depok seperti sepakbola, kata Ketua DPD PAN Kota Depok itu, harus ada perhatian dari Pemkot Depok. Pasalnya, banyak atlet-atlet pesepakbola asal Depok memiliki bakat dan kemampuan bagus. Asalkan, difasilitasi dan mendapat bimbingan.

“Sehingga atlet-atlet sepakbola yang memiliki prestasi di bidangnya dan anak-anak Depok, bisa tersalurkan bakat dan prestasinya,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi D Kota Depok, Turiman mengatakan bahwa KONI kedepan harus lebih baik lagi, untuk generasi kepemimpinan KONI mendatang.

Pasalnya, olahraga di Kota Depok masih banyak yang harus dibenahi dalam pengurus Cabang (Pengcab). Artinya sampai saat ini kurang diperhatikan.

“Banyak yang harus dibenahi, terutama pengembangan olahraga, seperti sepakbola, dan lainya. Kalau ada pergantian ketua harus ada peningatan ditubuh KONI Depok,” kata Politisi Partai Gerindra itu.

Terpisah, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok lainya, Hafid Nasir pun berharap, dikepengurusan baru di KONI harus ada evaluasi program-program di masing-masing Pengcab.

Meski kata dia, di ajang PON di Jawa Barat lalu ada salah satu atlet dari Depok berprestasi.

“Kemarin cukup bagus beberapa atlet memperolehan prestasi PON Jabar yang mewakili Depok. Tetapi harus ada evaluasi di tubuh KONI, lalu pengurus baru, sosok KONI yang akan datang lebih optimal setiap bidang olahraga,” tuturnya.

Lanjut dia, yang jelas kedepan perencaan pengurusan di pengcab harus ada pembinaan secara priortias dengan dana yang ada. Sebab, bila tidak dibina secara baik, maka akan banyak atlet yang keluar dari tubuh KONI dan berprestasi untuk kota lain.

“Memang pembinaan atlet menjadi permasalahan, itu harus jadi prioritas. Jangan sampai atlet kita ditarik oleh orang luar,” katanya. (irw)