ADE/RADAR DEPOK CAMAT HERAN: Mulyadi selaku Camat Cilodong (kiri), mengecek bangunan yang diduga tak berizin, di RT03/01 Kelurahan Jatimulya.
yamaha-nmax

 

CAMAT HERAN: Mulyadi selaku Camat Cilodong (kiri), mengecek bangunan yang diduga tak berizin, di RT03/01 Kelurahan Jatimulya. Foto: Ade/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Bangunan liar (bangli) masih banyak berdiri di Kota Depok. Salah satunya di lingkungan RT03/01 Kelurahan Jatimulya, Cilodong. Bangli tersebut dianggap melanggar dan memakan badan jalan.

Selain itu, rumah permanen seluas kurang lebih 50 meter persegi tersebut, kata Camat Cilodong, Mulyadi, berdiri di atas lahan milik Pemkot Depok.

“Bangunan ini berdiri di atas lahan pemerintah, dilihat dari lebar Jalan Raya Jatimulya. Dari yang seharusnya 16 meter persegi menjadi 14 meter,” kata Mulyadi kala mendatangi lokasi.

Yang membuat Mulyadi heran, tanah itu memiliki sertifikat. Sertifikat ajudikasi yang dibuat pada 1997 tertulis tanah seluas 55 meter persegi atasnama Nurlela.

“Anehnya, tanah ini bersertifikat. Tapi sertifikatnya tahun 1997, sedangkan 1994 tanah ini dibebaskan Pemprov Jabar,” katanya.

Mulyadi meyakinkan akan segera mengambil tindakan dalam rangka mengembalikan aset pemkot. “Karena ini aset pemerintah maka harus dikembalikan seperti semula. Saya akan konsultasi dengan dinas terkait,” ujarnya.

Bangunan rumah tersebut baru akan dibangun pemiliknya untuk dijadikan ruko.

Ketua RW01, Sapri, mengaku sudah memperingatkan pemilik bangunan. Namun sang pemilik tetap berdalih memiliki sertifikat atas tanahnya.

“Saya sempat tegur sebelumnya, karena bangun rumah di pinggir jalan. Tapi sang pemilik mengaku punya sertifikat,” tutur Sapri. (ade)