Foto: Ade/Radar Depok ANTUSIAS: Ratusan jamaah dari kalangan remaja mengikuti pengajian yang digelar LDII Kota Depok.
yamaha-nmax

 

ANTUSIAS: Ratusan jamaah dari kalangan remaja mengikuti pengajian yang digelar LDII Kota Depok. Foto: Ade/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Menyikapi makin marak dan mengkhawatirkannya pergaulan bebas di kalangan remaja, Divisi Kepemudaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Depok mengadakan pengajian remaja dengan tema ‘Menyiapkan Pembinaan Akhlak dalam Persiapan Berumah Tangga yang Islami’, di Masjid Baitul Fakih, Kelurahan Kalimulya, Cilodong, kemarin.

Ketua panitia, Sony Pawoko, mengatakan, tema yang diangkat dianggap penting agar remaja memiliki pemahaman agama yang kuat dalam mempersiapkan diri ke jenjang pernikahan. Salah satu tujuan pernikahan yang utama agar terhindar dari pergaulan bebas tanpa batas yang akibatnya terjadi pelanggaran.

“Peserta dalam kegiatan ini adalah para remaja yang jumlahnya berkisar 710 orang. Diharapkan dengan adanya pengajian ini akan menangkal pengaruh negatif pergaulan yang semakin kuat di kalangan remaja,” ujar Sony.

Wakil Ketua LDII Kota Depok, Imam Turidi, menambahkan, kegiatan pembinaan kepada usia remaja sangat penting dilakukan karena remaja termasuk dalam fase kehidupan yang rentan dari pengaruh global dan pergaulan yang semakin bebas.

“Pengaruh negatif pergaulan bisa datang dari kehidupan sehari-hari termasuk dari media sosial yang penggunaanya semakin digandrungi, termasuk oleh para remaja. Melalui pengajian, remaja diarahkan dan dibina dalam hal pembentukan karakter.

Sebagai makhluk sosial, para remaja juga diajarkan hidup berdampingan dengan semua masyarakat, sehingga bisa mewujudkan kerukunan. Kekompakan, dan bekerjasama dalam hal kebaikan,” ujar IT-sapaan Imam Turidi.

Sementara itu, KH. Yoyok Dwi Sasongko, selaku pemberi materi pengajian menuturkan bahwa tujuan pernikahan dalam Islam  yang berlandaskan Al-Quran dan Hadits secara umum, di antaranya menjalankan sunah Rasul, menyempurnakan agama, menjaga diri dari perbuatan yang melanggar, saling tolong-menolong antara suami dan istri agar mudah masuk surga, serta mendapatkan keturunan yang saleh dan salehah.

“Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut di atas, para remaja diharapkan dapat memilih calon pasangan berdasarkan pertimbangan kefahaman agama. Dengan memilih pasangan hidup dengan kriteria agama di atas kriteria harta.

Di tengah makin menurunnya moral pada saat ini, kegiatan ini diharapkan dapat menyiapkan dirinya ke jenjang pernikahan dengan mengindari sejauh jauhnya pergaulan bebas, sehingga nantinya dalam rumah tangganya dipenuhi dengan kerukunan dan keberkahan,” pesan Yoyok. (ade)