SANTAI: Romli (61) di rumahnya di Jalan Masjid Nurul Huda, RT01/RW11, Kelurahan/Kecamatan Bojongsari.  FERDIAN/RADAR DEPOK
yamaha-nmax
SANTAI: Romli (61) di rumahnya di Jalan Masjid Nurul Huda, RT01/RW11, Kelurahan/Kecamatan Bojongsari.  Foto : Ferdian/Radar Depok

Mengupas Sejarah Nama-nama Kelurahan di Depok (103)
Berada ditengah-tengah daerah perlintasan, Parung dan Ciputat membuat warga di Kecamatan Bojongsari termasuk Kelurahan Bojongsari memiliki keunikan tersendiri dari daerah lainnya. Ada budaya  Jawa Barat dan Jakarta yang menjadi satu.

Laporan: FEBRY FERDIAN

Romli (61) masih antusias menceritakan bagaimana kampungnya tumbuh dalam beberapa dekade terakhir. Dirumahnya yang berada di Jalan Masjid Nurul Huda, RT01/RW11, Kelurahan/Kecamatan Bojongsari.

Dia mengungkapkan, Bojongsari merupakan daerah yang sangat kental budaya betawinya.

Tetapi, tidak hanya itu, menurut dia di daerahnya juga terdapat beberapa budaya yang seperi budaya Jawa Barat. “Seperti membaca solawat dengan diiringi rebana merupakan salah satu budaya betawi. Hal ini sering dilakukan sejak dahulu,” terang dia.

Menurut dia, walau kental budaya betawi. Tetapi, Depok yang  merupakan bagian dari Jawa Barat juga tidak kehilangan kebiasaan asli masyarakat Jawa Barat.

“Ada beberapa ada kebiasaan yang  tidak bisa dilepaskan dari pengaruh Jawa Barat, sedikit Cuma, lebih banyak ke Betawinya,” ujar dia.

Menurut dia Bojongsari telah  mengalami kemajuan pesat. Tapi identitas masyarakatnya tidak bisa berubah. “Bahasa yang dipergunakan juga merupakan  bahasa Betawi.

Hal ini tentunya karena kami memang lebih dekat dengan Jakarta,” tukas dia. (*)