Foto: Dian/Radar Depok COCOKAN DATA : Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) , Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan aparatur Kelurahan Cinere, mensinkronisasikan data, kemarin.
yamaha-nmax
COCOKAN DATA : Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) , Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan aparatur Kelurahan Cinere, mensinkronisasikan data, kemarin. Foto: Dian/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Tak ingin terjadi tumpang tindih saat pelaksanaan pembangunan di Kelurahan/Kecamatan Cinere, ketika musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang). Kemarin, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) , Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan aparatur Kelurahan Cinere, mensinkronisasikan data. Hasilnya, RW 1,2 dan 8 akan jadi titik fokus peningkatan pembangunan.

Ketua LPM Cinere, Zamroni Zonal menyatakan, sebelum musrenbang yang akan dilaksanakan Senin (23/1) malam. LPM, BKM dan aparatur rembuk bersama, ini agar tidak terjadi tumpang tindih pembangunan. Dalam usulan musrenbang tentu ada perbaikan infrastruktur, hal inilah yang sedang disingkronisasikan.

Seperti contoh, kata Zonal saat ini di BKM ada program Kotaku yang dikhususkan pembanghunan di RW 1,2 dan 8. Nantinya jika di Kotaku ada pembangunan RTLH, artinya di musrenbang yang diajukan saluran saluran air.

Jadi sangat dibutuhkan persamaan persepsi disini. “Kalau di LPM dan saat musrenbang tidak mesti hanya ada di RW 1,2 dan 8, tapi bisa menyeluruh,” terangnya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Sementara, Koordinator BKM Cinere, Saeful mengatakan, dalam program Kotaku difokuskan di RW 1,2 dan 8. Di ketiga RW ini memang bisa dikatakan kumuh, tapi dengan adanya program ini secara bertahap bisa tertatasi.

Apalagi, dengan musrenbang nanti bisa juga mengusulkan pembangunan yang belum ditangani dalam program  Kotaku. “Ditargetkan sampai 2019 tiga masalah di tiga RW ini bisa teratasi,” tegasnya singkat.

Masih dilokasi yang sama, Lurah Cinere, Pupung Purwawijaya mengaku, singklronisasi data ini sangat penting. Selain tidak akan terjadi tumpang tindih, juga bisa membantu program pemerintah dalam mengenteskan kawsan kumuh.

“Semuanya kami lakukan buat masyarakat. Musrenbangnya baru akan dilaksanakan Senin (23/1),” tutup pria berkacamata ini.(dia)