SMA CAKRA BUANA FOR RADAR DEPOK HASIL KREATIF: Guru mata pelajara Prakarya dan Kewirausahaan, Widya Bintrayani bersama dengan siswa SMA Cakra Buana menunjukan talenan yang sudah dilukis.
yamaha-nmax

 

HASIL KREATIF: Guru mata pelajara Prakarya dan Kewirausahaan, Widya Bintrayani bersama dengan siswa SMA Cakra Buana menunjukan talenan yang sudah dilukis. Foto:  SMA Cakra Buana For Radar Depok

Kreativitas Seni Siswa SMA Cakra Buana

Berbicara tentang seni tentunya berkaitan dengan kreativitas. Kedua hal ini saling berkaitan dan terkadang bentuk dan hasil dari kolaborasi kedua hal tersebut, juga menjadi tidak terbatas. Di SMA Cakra Buana, kedua hal tersebut ditumpahkan dengan membuat lukisan di wadah talenan.

Laporan: PEBRI MULYA, Radar depok

Papan kayu berukuran sekitar 30 x 15 sentimeter, yang biasa berada di dapur sebagai alas untuk memotong sayur-sayuran, disulap siswa-siswa SMA Cakra Buana menjadi sebuah wadah lukisan. Dengan kombinasi imajinasi dan warna-warna yang ciamik menjadikan telenan tersebut, bisa dipajang di ruang tamu rumah.

Guru mata pelajara Prakarya dan Kewirausahaan, Widya Bintrayani mengatakan, ini adalah kompetensi dasar perencanaan kerajinan berbentuk bangunan datar. Telanena yang berbentuk datar, tentu bisa dijadikan media dalam praktik yang ditujukan untuk siswa kelas XI tersebut. Tidak harus talenan yang baru, yang bekas juga bisa disulap menjadi lebih menarik.

“Siswa diberikan kebebasan untuk melukis seperti apa di talenannya. Jadi, untuk melatih imajinasi dan kreativitas siswa, untuk menghasilkan lukisan yang indah, unik dan layak dipajang,” ucapnya kepada Radar Depok.

Widya menuturkan, bukan hanya bisa melatih imajinasi siswa dalam segi bentuk lukisan yang dibuat. Tetapi, juga mengajarkan ke siswa kalau untuk berkreasi dengan seni, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Karena, terkadang dari hal-hal yang sederhana, tetapi dengan dikombinasikan dengan seni dan kreativitas, maka hasilnya bisa diluar dugaan, dan terkadang menjadi memiliki nilai jual yang tinggi.

“Bahkan, ada beberapa teman saya yang tidak menyangka kalau kreasi siswa tersebut, terbuat dari talenan, bahkan ada yang berani membayarnya dengan harga yang cukup tinggi,” jelasnya. (*)