PEREKONOMIAN MAJU: Kondisi Kota Depok saat ini yang pada dengan pusat perdagangan dan jasa. Dahulu Jalan Margonda masih sepi dan masih tertinggal. Foto : Dok:Radar Depok
yamaha-nmax
PEREKONOMIAN MAJU: Kondisi Kota Depok saat ini yang pada dengan pusat perdagangan dan jasa. Dahulu Jalan Margonda masih sepi dan masih tertinggal. Foto : Dok Radar Depok

DEPOK – Membangun Kota Depok harus dilakukan dengan cara out of the box. Artinya, membangun dengan cara yang tidak biasa dan di luar kebijakan populer. Selain itu, Pemkot Depok harus mendorong sektor tersier.

Menurut Bambang, saat ini yang perlu dilakukan pemerintah kota adalah membuat kebijakan berdaya ekonomi kerakyatan. Seperti membangun SMK dan memberikan fasilitas produksi seperti produk mobil Esemka di Solo.

“Tetapi kebijakan ini tidak populer, dan pembangunan jangka panjang. Sehingga, ketika Walikota menerapkan sekarang, kemungkinan baru bisa dirasakan hasilnya di periode selanjutnya,” kata Bambang.

Kemudian, dia menjelaskan, membangun komunitas secara terpusat atau satu kelurahan atau komunitas. Misalkan, saat ini orang belanja di koperasi yang dimiliki di satu kelurahan, dan jangan membeli di perusahan ritel.

“Belanja diantar dan memiliki daya saing. Depok itu macet, orang akan lebih senang ketika membeli secara online dan diantar ke rumahnya,” jelasnya.

Tentunya ini bisa dilakukan dengan membuat website atau layanan antar yang dikelola komunitas dan bukan ritel, sepeprti koperasi membuat minimarket atau bengkel, yang dikelola anggotanya.

“Paling yang protes perusahaan ritel. Tetapi dari sini pengangguran bisa berkurang. Depok itu harus dibangun secara out of the box,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Pemerintahan, Jeanne Noveline Tedja, mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Kota Depok selama ini disumbang dari sektor tersier, yaitu perdagangan barang dan jasa.

Jadi menurut dia, pemerintah seharusnya mempunyai kebijakan yang mendorong sektor tersier ini.

Misalnya penataan kawasan ekonomi, tidak hanya dipusatkan di Margonda saja tapi di beberapa titik lain menyebar di 11 kecamatan.

“Selama ini saya lihat sentra ekonomi baru terpusat di Beji, Cimanggis dan Sukmajaya,” kata perempuan berhijab yang akrab disapa Nane.

Selain itu, lanjut Nane, pemerintah juga seyogyanya memberikan fasilitas kepada UMKM dan pelaku ekonomi kreatif, dengan memberikan kemudahan perizinan dan memberikan pelatihan manajemen, hingga memberikan rekomendasi agar UMKM atau pelaku ekonomi kreatif tersebut mendapatkan pinjaman kredit modal usaha dari perbankan.

“Kalau ini dilakukan pemerintah, saya yakin Depok bisa mengimbangi pertumbuhan ekonomi Jakarta,” kata Nane. (cky)