RICKY/RADAR DEPOK TUNJUKKAN BUKTI : Andika Ramadhan Febriansah menunjukkan SK pengangkatan sebagai guru honorer di SMA Negeri 13 Kota Depok.

 

TUNJUKKAN BUKTI : Andika Ramadhan Febriansah menunjukkan SK pengangkatan sebagai guru honorer di SMA Negeri 13 Kota Depok. Foto: Ricky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Andika Ramadhan Febriansah akhirnya blak-blakan menceritakan konflik yang terjadi antara dirinya dengan pihak SMA Negeri 13 Kota Depok. Curhatannya pun jadi perhatian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

Muhajir mengaku, belum mengecek tentang penyebab pemberhentian guru honorer Sekolah Menengah Atas Negeri 13 Depok. “Saya belum cek, nanti saya tanya ke kepala dinas pendidikannya (Kadisdik) kenapa dipecat,” kata Muhadjir singkat.

Sementara, Andika menyatakan, masalah utamanya lebih kepada status ketenagakerjaannya di sekolah tersebut.

Andika menilai, tak ada alasan kuat dari kepala sekolah yang ingin memberhentikannya sebagai guru di SMA Negeri 13 Depok.

“Memang dia (kepsek, Red) bilang tidak pecat atau mengeluarkan saya. Tapi memberhentikan status saya sebagai guru itu sama saja, seperti orang ngomong tidak digusur tapi direlokasi, tetap saja ada penggusuran,” ucap Andika saat ditemui Radar Depok.

Baca Juga  41 Panti Pijat Ditutup, Pasar Tetap Buka di Depok

Selain itu lanjut Andika, bila yang dipersoalkan karena belum lulus S1, seharusnya sejak awal pihak sekolah mencegah ini. Tetapi pada kenyataannyaa malah dibuatkan SK pengangkatan. Di tengah jalan saat kontrak belum selesai dan tak sesuai SK, Andika diberhentikan.

“Alasannya apa? Di SK tertulis 18 Juli 2016 hingga 17 Juli 2017 tentang pengangkatan guru honorer terhadap saya,” terang Andika.

Andika mengaku heran, nama dia sudah tidak tercantum dalam daftar pengajar semester genap tanggal 7 Januari 2017. Ia langsung mengkroscek ke wakil kurikulum, dan ia diarahkan ke kepala sekolah.

“Saya di grup WhatsApp (WA) guru langsung komentar, apakah ketika nama saya sudah tidak tercantum, saya boleh datang untuk mengambil barang-barang dan kepsek menjawab boleh,” kata Andika.

Sebelumnya pihak sekolah tidak merespon ketika menanyakan statusnya. Bahkan, Andika menuding, jika Kepsek tidak ada itikad baik, akhirnya ia berfikir kalau dirinya sudah diberhentikan.

Baca Juga  Curhat di Medsos, Guru Diduga Dipecat

“Memang tidak diberhentikan, tapi bisa-bisaan dia saja, dipindah tugas. Karena saya diangkat bukan sebagai tenaga perpustakaan, di SK itu saya sebagai tenaga pengajar. Urusan saya belum S1 kenapa tidak sejak awal,” terangnya.

Setelah itu lanjut Andika, Minggu (8/1) kepsek menghubunginya untuk bertemu pada Senin (9/1). “Saya datang, ia bilang tidak dikeluarkan tapi dipindahkan. Saya juga tidak bilang dikeluarkan pak dikronologi. Saya bilang diberhentikan,” ucap Andika.

Saat mediasi, Andika coba mengulik alasan kenapa dirinya diberhentikan. Ternyata ada alasan lain, yakni kedekatan dia dengan murid-murid dipertanyakan pihak sekolah dan dianggap sebuah hal yang tidak lazim. Padahal, sebagai anak muda yang tidak jauh berbeda dengan anak-anak, dekat dengan murid, bukan masalah sebagai guru. Tetapi, menurut dia, sudah saatnya guru tidak membangun jarak yang terlalu lebar dengan muridnya.

Baca Juga  Kabel Semraut Margonda di Ducting

“Metode mengajar saya pun di kritik, saya memang banyak mengajarkan anak-anak soal kesadaran mereka terhadap lingkungannya, saya selalu memberikan video-video motivasi. Seperti film Oktober Sky Itu juga dipertanyakan, saya dibilang satu semester cuma mengajar film,” beber Andika.

Tetapi, lulusan Sekolah Master ini menjawab, selama kompetensi dasar atau dalam kurikulum tercapai, apakah salah guru memberikan motivasi untuk anak-anaknya.

“Di undang-undang guru dan dosen pun ada ketentuan, tugas guru bukan hanya mengajar, karena sekolah bukan lembaga bimbel. Tapi sekolah itu mendidik dan memberikan motivasi serta inspirasi.

Cara saya memberikan inspirasi dengan penayangan video motivasi. Siswa sampai membela dirinya bukan semata-mata pelajarannya santai, tetapi ada hal yang diberikan tentang pelajaran kehidupan,” ujarnya.(cky)