ADE/RADAR DEPOK PENGUNGKAPAN : Kapolsek Cimanggis, Kompol Agung bersama jajaranannya menggelandang kawanan curanmor ke markasnya.
yamaha-nmax

 

PENGUNGKAPAN : Kapolsek Cimanggis, Kompol Agung bersama jajaranannya menggelandang kawanan curanmor ke markasnya. Foto: Ade/Radar Depok

DEPOK – Dua orang Remaja yang dibekuk Tim Anti Bandit Cimanggis (ABC) belum lama ini, mengaku sudah berulang kali melakukan pencurian kendaraan bermotor.

Nah, dari beberapa kali mencuri di kawasan Cimanggis dan Sukmajaya, para pelaku yang tertangkap ini belum pernah dibagi hasil oleh pelaku yang buron.

Hal tersebut diungkapkan oleh An (16) salah seorang pencuri. Sambil meneteskan air mata, ia mengaku tidak pernah mendapat jatah pembagian hasil curian. Padahal dirinya sangat membutuhkan uang tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup orang tua di kampung.

“Saya sangat menyesal sekali, padahal dia (pelaku yang buron) yang mengajak saya untuk mencuri dengan harapan dapat mendapatkan hasil untuk bisa mengirim uang di kampung halaman,” kata remaja yang pernah bekerja menjadi sales motor ini, Senin (9/1) sore.

Tersangka An mengenal D karena tetangga kampung asal Lampung Timur. D mengajak An mencuri usai dirinya dikeluarkan dari pekerjaannya menjadi sales motor.

“Saya merasa ditipu oleh dia (D). Padahal sudah tiga kali mencuri di kawasan Sukmajaya,” lanjutnya sembari terpincang. Kakinya kena bedil polisi.

Sebelumnya anggota Tim Anti Bandit Cimanggis yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Cimanggis, Kompol Hari Agung Julianto, membekuk tiga tersangka pencuri motor.

Sedangkan F ditangkap di rumah kontrakan Simpang Depok, Sukmajaya. Selain itu barang bukti kejahatan yang disita kunci letter T, lima kunci ring, obeng, kunci motor, dua plat nomor copotan diduga hasil curian yaitu B 4777 UZ, dan B 3144 RM, sepeda motor Vixion milik korban dan motor pelaku Yamaha Mio J merah B 3895 EBH.

“Berdasarkan keterangan para pelaku, komplotan tersebut sudah lima kali beraksi di Kecamatan Cimanggis dan Sukmajaya. Untuk wilayah Cimanggis tiga kali dan Sukmajaya dua kali,” kata Agung.

Dia melanjutkan, motor curian kemudian dipreteli, mulai dari sasis, bodi, mesin dan lainnya dijual ke pedagang sparepart motor bekas. Sedangkan untuk sasis dipotong-potong dan dijual ke tukang loak di daerah Gunung Putri, Bogor.

Barang bukti hasil kejahatan pelaku berupa anak kunci letter T, lima buah kunci ring, obeng, kunci motor, dua plat nomor copotan diduga hasil curian yaitu B 4777 UZ, dan B 3144 RM, sepeda motor Vixion milik korban dan motor pelaku Yamaha Mio J merah B 3895 EBH.

“Ketiga pelaku terancam Pasaal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan motor dengan ancaman lima tahun penjara,” tutupnya. (ade)