yamaha-nmax

RADAR DEPOK.COM – Belum apa-apa, tubuh DPC Partai Hanura Kota Depok mulai bergejolak. Musababnya sikap Ahmad Nasir Biasane, Ketua DPC Partai hanura Kota Depok periode 2016-2021.

Pasca resmi ditasbihkan sebagai ketua partai, Nasir belum juga menjalin komunikasi dengan kader partai yang duduk di DPRD Kota Depok. Hal ini dibenarkan oleh Anggota DPRD Kota Depok dari Partai Hanura, Nurjaman.

Ia menuturkan, sepatutnya komunikasi intens di dalam tubuh partai sudah mulai dilaksanakan. Seperti partai-partai lain yang mulai mempersiapkan diri untuk verifikasi faktual Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Setidaknya harus ada komunikasi dengan anggota Dewan dari Partai Hanura. Secara pribadi ke saya belum ada, tapi tidak tahu ke Pak Benhard (anggota dewan dari Partai Hanura juga),” tutur Nurjaman kepada Radar Depok, kemarin.

Anggota dewan dari Beji-Cinere-Limo itu mengakui, selama Nasir mencalonkan hingga menjadi ketua, dirinya tidak mendapat informasi apapun. “Saya tidak tahu bentuk dan isi SK itu. Kami kan anggota dewan dari Partai Hanura loh. Jangan dicuekin. Kami kan sebagai dewan yang bersentuhan dengan masyarakat,” ujarnya.

Disinggung ihwal kepengurusan DPC Partai Hanura Kota Depok. Nurjaman mengaku belum mendapat info, terkait apakah dirinya masuk ke dalam struktur.

“Tidak tahu dimasukan di struktur internal partai atau tidak,” ucapnya.

Terpisah, Ahmad Nasir Biasane tak menampik bila memang belum ada komunikasi dengan para anggota dewan dari Partai Hanura. Dikarenakan dirinya belum memiliki SK kepengurusan Ketua DPC Partai Hanura Kota Depok. “Kalau belum punya SK, tidak ada dasar hukum,” kata Nasir.

Untuk persoalan ini, dia akan menanyakannya ke DPD Partai Hanura Jawa Barat. “Belum diambil SK-nya. Senin (23/1) rencananya  saya akan  ke Bandung untuk bertanya langsung,”  tutup Nasir. (irw)