RICKY/RADAR DEPOK HASIL KARYA: Pengrajin perak, Ahmad Sofyan, membuat pesanan konsumen di workshopnya RT02/10 Kelurahan Mekarsari, Cimanggis, kemarin.

 

HASIL KARYA: Pengrajin perak, Ahmad Sofyan, membuat pesanan konsumen di workshopnya RT02/10 Kelurahan Mekarsari, Cimanggis, kemarin. Foto: Ricky/Radar Depok

Pengrajin Perak di Kelurahan Mekarsari (Habis)

Setelah tempat kerjanya pindah, dengan modal awal Rp10 juta, Ahmad Sofyan pun berdikari merintis usaha kerajinan perak di RT02/10 Kelurahan Mekarsari, Cimanggis.

Laporan: RICKY JULIANSYAH, Radar Depok

Beberapa untaian kalung perak dengan liontin berbentuk hati, ada kalung dengan manik-manik ukuran besar dan cincin-cincin yang dipercantik dengan batu-batu mulia terpajang rapi di satu kotak berwarna biru tua.

Seluruhnya hasil karya Iyan, baik pesanan konsumen atau memang menjadi contoh bagi calon konsumen yang hendak memesan kerajinan perak produksinya.

Hawa ruangan semakin panas, seiring solder yang terus mengeluarkan api. Sementara, Iyan masih fokus mengerjakan satu pesanan konsumennya yang datang beberapa hari lalu.

Baca Juga  Giat Partai Berkarya Kota Depok Kubu Acep Saepudi

Iyan mengungkapkan, modal awal untuk membuka usaha kerajinan perak memang tergolong besar. Sebab, beberapa peralatan memang dibandrol dengan harga tinggi di pasaran. Dengan modal Rp10 juta saja, workshop miliknya pun bisa dibilang belum komplit, karena hanya mendapatkan alat pompa, gilingan, gergaji, tang, cupit, kikir dan lainnya.

Di workshopnya, Iyan memang melayani pesanan konsumen, baik satuan maupun partai besar untuk pembuatan aksesoris, terutama aksesoris wanita seperti cincin, gelang dan kalung yang di drop hingga ke Rawa Bening, Jatinegara.

“Kalau partai besar, Sistem nya kodian, jadi bisa seminggu baru selesai buatnya. Saya pun membuat tergantung jumlah pesenan nya juga, tidak bisa dihitung sehari jadi berapa buah,” tutur Iyan.

Baca Juga  Belajar Lebih Simpel, Ini Kampus di AS Punya Sistem Kuliah Online Terbaik

Berdasarkan keterangan Iyan, dirinya lebih concert untuk aksesoris wanita, seperti cincin dan kalung. Untuk satu buah cincin wanita, Iyan membandrol mulai harga Rp100 ribu, dan harganya bervariasi, menyesuaikan model dan tingkat kesulitannya. “Seperti memasang matanya berapa banyak dan modelnya bagaimana,” ucap Iyan.

Meski terus mengembangkan usahannya, Iyan tidak ingin menambah modal melalui jasa pinjaman. Karena, pesanan tidak dapat diprediksi per bulannya.

Namun, ia berharap agar Pemkot Depok dapat membantu usaha-usaha kecil seperti dirinya untuk lebih maju, dengan membantu pemasaran atau memesan karyanya sebagai souvenir ketika kedatangan tamu dari luar daerah atau saat pejabat berkunjung ke kota lain.

“Saya berharap bisa sukses di kerajinan perak dan pesanan-pesanan selanjutnya datang terus,” ucap Iyan. (*)

Baca Juga  Orangtua Tidak Mendampingi Agar Siswa Berani