ADE/RADARDEPOK BERI MASUKKAN : Dalam Musrenbang Keluarahan Pangkalanjati, Cinere dihadiri Wakil rakyat Dapil Limo, Cinere dan Beji, Tajudin Tabri dan Tengku Farida Rachamayanti, kemarin.
yamaha-nmax
BERI MASUKKAN : Dalam Musrenbang Keluarahan Pangkalanjati, Cinere dihadiri Wakil rakyat Dapil Limo, Cinere dan Beji, Tajudin Tabri dan Tengku Farida Rachamayanti, kemarin. Foto: Ade/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Dalam musyawarah rencanma pembangunan (Musrenbang) Keluarahan Pangkalanjati, Cinere berlangsung demokratis, kemarin. Wakil rakyat Dapil Limo, Cinere dan Beji, Tajudin Tabri dan Tengku Farida Rachamayanti pun memberikan jatah aspirasi yang masuk dalam from A4.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Pangkalanjati, Mahtum mengatakan, berdasarkan hasil kesepakatan yang sudah fix di form A3 didapati ada 13 titik pembangunan infrastruktur dan enam bidang ekonomi. Dari 13 titik tersebut didominasi saluran air atau drainase.

Diharapkan, kata Mahtum usulan ini menjadi prioritas setiap lingkungan yang diajukan. Karena nantinya kalau sudah dibangun sudah sulit distop, artinya baru bisa direalisasikan tahun selanjutnya.

“Tadi cukup demokratis, setiap usulan sudah dimasukkan dalam form A3,” terangnya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Sedangkan form A4, sambung pria berpeci ini sedikitnya ada 31 ajuan pembangunan. Dan semua ajuan tersebut masih infrastruktur. Hadirnya dua wakil rakyat, sangat membuka peluang berdialog terkait pembangunan. Dan keduanya memberikan dana aspirasinya.

Sementara itu, Lurah Pangkalanjati mengatakan, perserta musrenbang mesti lebih selektif dalam mengajukan proyek perbaikan fasilitas umum. Agar realisasi pembangunan tepat sasaran dan memiliki nilai manfaat maksimal.

“Pada prinsipnya kami ingin mengajukan sebanyak banyaknya perbaikan fasilitas umum. Tapi harus dimaklumi juga bahwa kas daerah sangat terbatas untuk membiayai faslitas umum diseluruh penjuru kota. Terimakasih juga ada aspirasi dewan yang dimasukan dalam pembangunan,” tandasnya.(ade)