DISERBU: Rumah Nuryanto di PGA Limo blok A2 nomor 18 saat diserbu puluhan nasabah. Diketahui nasabah akan terus menetap jika nuryanto tak mengembalikan uangnya. ADE/RADAR DEPOK
yamaha-nmax
DISERBU: Rumah Nuryanto di PGA Limo blok A2 nomor 18 saat diserbu puluhan nasabah. Diketahui nasabah akan terus menetap jika nuryanto tak mengembalikan uangnya. Foto: Ade/Radar Depok

DEPOK– Lagi-lagi, rumah Bos KSP Pandawa Mandiri Group (PMG), Nuryanto di komplek perumahan Palem Grand Asri (PGA) blok A2 nomor 18, diserbu puluhan nasabah. Parahnya, ada sejumlah nasabah yang rela menginap dengan harapan uangnya bisa kembali.

Seorang ibu asal Pekalongan, Jawa Tengah mengaku, sudah tiga hari bermalam di sekitar komplek PGA.

“Saya dari Pekalongan, sudah tiga hari ada disini dan numpang menginap di rumah salah satu warga komplek PGA,” ungkap perempuan yang mengaku sedang hamil 6 bulan tersebut.

Perempuan berkacamata ini, hanya ingin uangnya kembali, karena dia khawatir terahadap keamanan uangnya di Pandawa Group. “Setelah mendapat kabar dari teman kalau Pandawa Group tidak boleh lagi menghimpun dana, maka saya langsung datang ke Jakarta untuk mengambil uang saya,” lanjutnya.

Dia akan tetap menunggu hingga Nuryanto mengembalikan seluruh uang miliknya. Ia mengaku uang yang disimpan kurang lebih mencapai Rp200 juta.

Sementara itu, salah seorang pegawai yang bekerja di rumah salah satu Leader Pandawa Group, Indra mengaku, setiap harinya para leader mengeluarkan uang kurang lebih Rp1 miliar.

“Saya tidak tau persis, tapi denger cerita sih bos setiap harinya keluar uang segitu (Rp1 M) untuk mengembalikan uang nasabah,” ungkapnya.

Terpisah salah satu warga PGA, Desvita membenarkan adanya nasabah KSP PMG yang mendatangi rumah Nuryanto. “Sejak Jumat (6/1) rumah Nuryanto ramai terus, saya kurang tau kalau ternyata mereka adalah nasabah,” ungkap Vita -sapaanya. (ade)