FAHMI/RADARDEPOK NUNTUT KEMBALIKAN DANA : Sejumlah nasabah Pandawa Group sedang berbicang dan berpelukan setelah bertemu di PGA Kelurahan Meruyung, Limo, kemarin.
yamaha-nmax
NUNTUT KEMBALIKAN DANA : Sejumlah nasabah Pandawa Group sedang berbicang dan berpelukan setelah bertemu di PGA Kelurahan Meruyung, Limo, kemarin. Foto: Fahmi/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM-Batas waktu pengembalian dana nasabah dari Pandawa Group atau Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group (PMG), tersisa 21 hari lagi. Kemarin, sudah sekian kalinya komplek perumahan Palem Ganda Asri (PGA) Kelurahan Meruyung, Limo yang menjadi basecamp Pandawa Group, digeruduk ratusan nasabah. Tapi kali ini, sejumlah nasabah sudah gerah. Beberapa ternyata sudah ada yang melaporkan ke Bareskrim Polri.

Salah satu nasabah Pandawa Group, PR mengaku, sudah meminta tarik dana tapi tak diindahkan. Akhirnya belum lama ini melaporkan pemimpin Pandawa Group dan leader-nya ke Bareskrim. Walaupun nanti resikonya uang tak kembali, perempuan berhijab ini tak peduli. Yang terpenting buat PR semua yang sudah melakukan penipuan harus mempertanggungjawabkannya.

“Saya sudah laporkan ke Bareskrim. Saya tak peduli uang kembali atau tidak yang terpenting mereka tertangkap,” tegasnya singkat kepada harian Radar Depok, kemarin.

Sementara nasabah lainnya, ST menyatakan, masih akan menunggu 1 Februari 2017 ini. Jika memang benar tidak ada niat baik mengembalikan dana, sudah dipastikan akan melaporkan Pandawa ke Polresta Depok.

Jumlah dana yang ditaroh di Pandawa Rp360 juta, tapi sudah beberapa bulan ini tidak ada profit seperti yang dijanjikan. “Saya menunggu sampai 1 Februari. Saya masuk memalui leader bintang 8 VR uplinenya SH leader diamond,” terangnya.

Pantauan Radar Depok di PGA setiap rumah leader di perumahan tersebut disambangi nasabahnya. Ratusan motor dan puluhan mobil berjejer di sepanjang jalan perumahan tersebut. Suasana ini berlangsung dari pagi hingga senja.

Salah satu nasabah asal Tangerang, Boni mengungkapkan, sudah dari pagi kerumah leader bintang tujuh Ade. Dia tidak sendiri seluruh nasabah yang masuk melalui Ade juga berdatangan. Malah, sampai menunggu kepastian dari leader tersebut.

Pria bermuka oriental ini, baru tiga bulan lalu masuk Pandawa, dengan nilai Rp150 juta. Tapi, saat dijanjikan mendapatkan 10 persen tidak kunjung turun. Smeua yang datang sudah sepakat mau menarik dana, tapi ada segelitiran nasabah masih mau lanjut walau mendapatkan profit 5 persen.

“Saya hanya ingin dana kembali. Karena lumayan besar dana saya. Tapi bu Ade mau bertanggungjawab dan siap mengembalikan,” tandasnya.

Sementara dengan singkat Leader Pandawa Group Ade mengaku, akan mengembalikan dana nasabah. Sejauh ini dia pun tidak lari dari masalah dan masih ada di PGA. “Saya mau bertanggungjawab,” katanya.

Saat ingian konfrimasi Pemimpin KSP PMG Nurayanto, ternyata sudah dua hari  tidak ada dirumah. Semua anggota pun tidak mengetahui kemana pria asal Pemalang, Jawa Timur tersebut.

Terpisah, Kabag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus mengatakan, Polresta Depok belum menerima laporan dari pihak korban Pandawa Mandiri Group.

Dia telah mengecek ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polresta Depok. Apabila ada masyarakat telah membuat laporan, pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.

“Kami belum menerima laporan dari korban Pandawa Mandiri Group, dan sudah kami cek kebagian SPK,” singkat Firdaus.(dic/hmi)