DICKY/RADARDEPOK KEMANA NURYANTO? : Suasana rumah Nuryanto Salman di Perumahan Palam Ganda Kelurahan/Kecamatan Limo, tampak sepi setelah banyak nasabah yang mendatangi rumahnya, kemarin.
KEMANA NURYANTO?: Suasana rumah Nuryanto Salman di Perumahan Palam Ganda Kelurahan/Kecamatan Limo, tampak sepi setelah banyak nasabah yang mendatangi rumahnya, kemarin. Foto: Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Kekiniannya nasib uang nasabah yang ditanamkan di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group (PMG) atau Pandawa Group, makin tidak jelas. Malah yang lebih mneyakitkan, sudah hampir sepekan rumah Bos Pandawa Salman Nuryanto dan sejumlah leader yang mengontrak di  perumahan Palem Ganda Asri (PGA) Kelurahan/Kecamatan Limo Depok dalam keadaan kosong. Kuat dugaan, nasabah yang sudah tinggal berhari-hari menilai Nuryanto dan leader sudah pergi.

Salah seorang nasabah berasal dari Bogor, Irianto mengatakan, telah mendatangi kediaman Nuryanto sebanyak tiga kali. Bahkan, dia rela menunggu dari pagi hingga sore guna mengetahui kejelasan uang yang diinvestasikan kepada Pandawa Mandiri Group dibawah kepemimpinan Nuryanto Salman.

“Saya sudah tiga kali kesini dan menunggu dari pagi hingga sore, Namun tidak pernah bershasil menemukan Nuryanto,” ujar Irianto kepada Radar Depok, kemarin.

Pria pensiunan bengkel ternama ini mengaku, tidak mengetahui tentang prihal Pandawa Mandiri Gruop yang telah dihentikan OJK karena tidak ada komunikasi dengan pihak leader Pandawa. Irianto telah bergabung dengan Pandawa sejak September 2015 dengan nilai investasi sebesar Rp130 juta.

Irianto tidak mengira, bahwa bergabungnya dengan Pandawa Mandiri Group akan seperti sekarang ini. Namun, dia akan berusaha menunggu Nuryanto, guna mengetahui kejelasan uang yang dia investasikan.

“Bukan saya saja, menantu dan besan saya juga ikut bergabung. Rumah Nuryanto dan sejumlah leader juga ksong, sepertinya pergi atau kabur gitu,” katanya.

Sementara, nasabah berinisial MD asal Depok, merasa kesal dengan tidak adanya pemberitahuan dari Pandawa Mandiri Group. Padahal, dia telah menginvestasikan uang sebesar Rp130 juta selama dua tahun.

Namun, setelah dua bulan pembayaran bunga juga tidak lagi diberikan dan tidak ada kejelasan dari pihak Pandawa. “Saya datang kerumahnya Nuryanto tidak ada, yang ada hanya pembantunya,” ujar Perempuan berusia 50 tahun ini.

MD menduga, Nuryanto tidak ada di Kota Depok. Terlihat, dikediamannya hanya ada pembantu dan sejumlah nasabah dari salah satu kota di Provinsi Jawa Tengah yang telah menunggu Nuryanto sejak empat hari lalu. Bahkan, mereka tidak akan pulang sebelum bertemu dengan pemimpin Pandawa guna mengetahui nasib uang mereka.

MD berharap, Nuryanto dapat bertanggungjawab kepada nasabah yang telah menginvestasikan uang mereka dalam jumlah besar. Menurutnya, tidak sedikit dari mereka yang ingin bergabung dengan Pandawa rela meminjam uang bahkan menggadai harta benda.

“Kalau Nuryanto bertanggung jawab, pasti dia ada dirumahnya dan menemui nasabah,” terang MD.

Dari penelusuran Radar Depok, saat memasuki komplek Palem Ganda di kawasan Kecamatan Limo. Tidak lagi menemukan sejumlah banner yang dipasang di pagar rumah milik leader yang juga satu komplek dengan Nuryanto.

Bahkan, sejumlah mobil mewah milik Nuryanto tidak ada diparkiran dan garasi rumah. Selain itu, listrik KWH rumah Nuryanto tengah berada di angka 435, dan dipastikan apabila tidak diisi kembali rumah Nuryanto akan padam. (dic)