Ilustrasi/Grafis
yamaha-nmax
Ilustrasi/Grafis

RADAR DEPOK.COM – Saat ini nasabah, leader, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Satgas Waspada Investasi pasti bertanya-tanya dimana keberadan Bos Pandawa Group, Salman Nuyanto. Tersiar kabar ternyata pria asli Pemalang, Jawa Timur itu sedang berada di Banten dan mau pergi lagi ke Solo.

Menurut seorang Indigo asli Depok, Dessiana. Keberadaan Pemimpin Pandawa, Salman Nuryanto saat ini ada di Banten. Nuryanto disana berada di tempat kerabatnya yang berkedok ulama, sama dengan Salman yang juga berkedok seperti ulama.

Nuryanto, kata Desi berada di Banten selama tiga hari dan akan pergi ke Jawa tepatnya di Solo dan sekitarnya. Salman pasti akan ditemukan karena memang tidak akan bertahan lama.

“Sepenerawangan saya saat ini Nuryanto ada di Banten, tapi akan pergi lagi ke Solo. Polisi pasti akan menemukannya,” ungkap perempuan yang pernah bertugas di Divisi Infanteri I Kostrad Cilodong ini, hanya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Teguh Nugroho menegaskan, polisi masih terus menyelidiki tindak pidana yang dilakukan Salman Nuryanto, bos Pandawa Group.

Sejauh ini, sudah ada satu orang korban yang membuat berita acara penyidikan penipuan investasi bodong yang digerakkan Salman Nuryanto.

“Yang menangani dugaan investasi bodong ini Polda Metro Jaya. Berkasnya kami berikan ke sana secara resmi,” kata Teguh.

Senin, 30 Januari 2017, pihak kepolisian akan melakukan rapat khusus membahas dugaan penipuan yang dilakukan Pandawa Group. Selain itu, Polda Metro Jaya akan memanggil Salman Nuryanto untuk menggali keterangan terkait dengan investasi yang telah dia jalankan selama ini.

“Kemarin sudah dipanggil OJK tidak datang. Nanti, kami juga akan panggil. Kalau tidak datang baru ditetapkan pencekalan, bahkan akan ditetapkan sebagai buronan polisi,” ujarnya.

Ia menambahkan, polisi belum menetapkan status daftar pencarian orang atau buronan polisi. Sebab, hingga saat ini, Salman belum pernah dipanggil untuk penyelidikan dugaan investasi bodong yang dia jalankan.

“Yang pasti, kasus ini ditangani Polda Metro. Secara lisan, kemarin, kami sudah berkoordinasi. Besok, berkasnya secara resmi akan diserahkan ke Polda Metro,” ucapnya.

Polisi telah menyegel dua gedung investasi bodong Pandawa Group di kawasan Kelurahan Meruyung, Limo, Kamis, 26 Januari 2017. Garis polisi dipasang untuk mengamankan kedua gedung itu agar terhindar dari kemarahan para nasabah yang merasa tertipu oleh Pandawa Group.(ina)