Foto: Febrina/Radar Depok TINGKATKAN : Walikota Osaki, Jepang, Yasuhiro Higashi berkunjung ke Depok guna membahas kerjasama pengolahan sampah.
yamaha-nmax

 

TINGKATKAN : Walikota Osaki, Jepang, Yasuhiro Higashi berkunjung ke Depok guna membahas kerjasama pengolahan sampah. Foto: Febrina/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Pengelolaan sampah di Kota Depok yang masih manual, kedepannya akan diperbarui. Belum lama ini, Osaki Jepang siap membantu memodernisasi alat menjadi lebih canggih dan fasilitas  bagi Sumber Daya Manusia (SDM) di 438 bank sampah di Kota Depok.

Program yang digalakkan Depok ini, menindaklanjuti Sister City melalui Japan International Cooperation Agency (JICA).

“Untuk alat, kita tidak beli. Nanti akan dipinjamkan. Dari sisi teknologinya memang diakui. Alatnya canggih-canggih,” tutur Walikota Depok, Mohammad Idris kepada Radar Depok.

Idris menambahkan, bisnis plan rencananya akan berlangsung selama tiga tahun. Nantinya ada delegasi SDM dari Kota Depok yang mengunjungi kerja ke Kota Osaki. Fungsinya untuk memberi pendampingan bagi pengelola bank-bank sampah.

“Sumber dana delegasi juga difasilitasi oleh JICA. Untuk alat, setelah tiga tahun berjalan dan terlihat hasilnya, maka mesin dan alat-alat lainnya akan kita ambil alih,” terangnya.

Nantinya sampah non-organik berbahan plastik akan dicacah di sebuah pabrik dan akan menjadi pastik lagi. Begitu pun dengan sampah-sampah lainnya. Namun, sebelum kerjasama berlangsung jauh, Pemkot Depok meminta kajian terkait teknis operasionalnya dari recycle center dari sisi pengurangan sampah.

“Program pengelolaan sampah akan mengurangi volume sampah yang masuk sebanyak 10-50 ton setiap harinya, tapi kan ini masih jauh dengan produksi sampah yang dihasilkan Kota Depok. Ini bukan program segala-galanya, tapi hanya untuk mengakomodir bank-bank sampah yang ada agar mereka bisa menggeliat dengan baik. Untuk itu recycle center perlu dibangun di Kota Depok,” jelasnya.

Pemasalahan sampah di Kota Depok sudah menjadi hal yang kompleks dan perlu penanganan yang serius. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan, persoalan sampah bisa diatasi lebih maksimal.

“Ini merupakan bentuk perhatian yang diberikan Pemkot Depok kepada mereka, bagaimana mereka bisa melakukan pengolahan sampah secara optimal,” tegasnya.

Walikota Osaki Jepang, Yasuhiro Higashi mengatakan, pemanfaatan sampah menjadi barang layak pakai kini tidak bisa lagi dipandang remeh. Bahkan, kerjasama antara Kota Depok dan Kota Osaki Jepang juga terkait pengelolaah sampah menjadi barang terpakai.

Rencananya proyek ini digadang-gadang akan menjadi percontohan bagi seluruh kota dan kabupaten yang ada di Indonesia.

“Jika kerjasama ini berhasil dan mampu memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada, maka Depok menjadi pilot project terselenggaranya sistem pengelolaan sampah yang menganut sistem di Osaki Jepang, dan nantinya akan menjadi contoh bagi kota maupun kabupaten se-Indoensia,” ujarnya.

Dirinya mengaku optimis, Kota Depok mampu menerapkan pengelolaan sampah seperti di Kota Osaki Jepang. Dengan pengalaman yang sudah sembilan tahun mengubah sampah menjadi barang yang bisa dimanfaatkan, menjadikan Kota Osaki mempunyai pengalaman di bidang persampahan.

Karena itu, pihaknya akan membimbing serta memberi pendampingan terhadap Kota Depok yang baru akan melakukan hal yang sama.

“Hal ini bisa sama-sama kita wujudkan dengan semangat gotong royong, bagaimana sampah lingkungan diubah menjadi sampah daur ulang. Saat ini, melihat Kota Depok sudah memberikan rekomendasi mode percontohan, dengan Jalan Margonda-nya yang tertata rapi dah tidak ada sampah di jalan.

Ini merupakan awal yang baik untuk membangun sistem kebersihan,” tutup Yasuhiro.(ina)