DIAN/RADARDEPOK ARAH PEMBANGUNAN: Seluruh ketua RW, lembaga pembrrdayaan masyarakat (LPM) dan aparatur Kelurahan Pangkalanjati, berkumpul di aula kantro kelurahan, kemarin.
ARAH PEMBANGUNAN: Seluruh ketua RW, lembaga pembrrdayaan masyarakat (LPM) dan aparatur Kelurahan Pangkalanjati, berkumpul di aula kantro kelurahan, kemarin. Foto: Dian/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Seluruh ketua RW, lembaga pembrrdayaan masyarakat (LPM) dan aparatur Kelurahan Pangkalanjati, berkumpul di aula kantro kelurahan, kemarin. Dalam pertemuan yang berlangsung tiga jam tersebut, LPM menyosialisasikan Kriteria Usulan Musrenbang tahun anggaran 2017.

Ketua LPM Kelurahan Pangkalanjati, Edi Martono mengatakan, pelaksanaan sosialisasi kriteria pengajuan proyek perbaikan fasilitas umum ini sangat penting. Supaya dalam pelaksanaan Musrenbang nanti semua ajuan proyek telah memenuhi persyaratan, yang diantaranya terkait besaran pagu proyek minimal Rp200 juta.

Artinya, kata Edi bila ada ajuan dengan pagu dibawah batas minimal itu tidak akan diakomodir. Tahun ini usulan perbaikan fasilitas umum didominasi proyek perbaikan dan peningkatan jalan. Khususnya kawasan perumahan di RW3, 4 dan 5 serta pengadaan Taman Layak Anak, serta perbaikan drainase, turap dan gorong-Gorong.

“Kami merasa perlu menggelar pra musrenbang ini, sehingga nantinya tidak ada usulan yang tak terakomodir, akibat tidak memenuhi persyaratan yang sudah diberikan Pemkot Depok,” tegas Edi kepada harian Radar Depok, kemarin.

Lurah Pangkalanjati, Tarmuji menegaskan, jajaran LPM mesti lebih teliti dalam mendata ajuan proyek. Sehingga nantinya tidak menimbulkan polemik lantaran tidak masuk kwalifikasi.

“Jajaran LPM harus cermat dalam mendata, jangan sampai nanti pengajuan proyek didiskualifikasi. Itu demi tidak terjadinya masalah di masyarakat yang terakomodir,” tutupnya.(dia)