DICKY/RADAR DEPOK TEGAS: Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan pengarahan kepada prajurit dari seluruh kesatuan, di Markas Divisi Infanteri 1/Kostrad Cilodong, semalam.
yamaha-nmax

 

TEGAS: Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan pengarahan kepada prajurit dari seluruh kesatuan, di Markas Divisi Infanteri 1/Kostrad Cilodong, semalam. Foto:Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – TNI meningkatkan kekuatan dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), maka perlu adanya pemahaman terhadap pokok kebijakan Panglima TNI TA. 2017.

Hal itu diutarakan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, di hadapan 1.156 peserta Apel Dansat TNI 2017 di Markas Divisi Infanteri 1/Kostrad Cilodong, kemarin.

Gatot mengatakan, penyatuan pemahaman dinilai perlu bagi prajurit. Baik TNI AD, AL, dan TNI AU. Ada sejumlah kebijakan yang perlu diberikan kepada prajurit.

Sehingga dapat mengembangkan ketelaudanan prajurit TNI dengan berpegang teguh kepada nilai dasar prajurit dan jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, dan tentara nasional yang profesional dengan menjadikan setiap prajurit TNI yang kuat dan hebat di setiap melaksanakan tugas pokok di mana pun, kapan pun pada setiap situasi apapun.

“Kami memberikan pengarahan kepada 1.156 prajurit TNI karena bersama rakyat TNI kuat, hebat, profesional, siap melaksanakan tugas pokok,” ujar Gatot, semalam.

Gatot menjelaskan, penyamaan pemahaman yang diberikan di antaranya, pemahaman terhadap pokok kebijakan Panglima TNI TA. 2017, menyamakan pahaman dan persepsi berbagai kebijakan pimpinan, meningkatkan solidaritas dan silaturahmi seluruh anggota

Serta memahami kembali nilai jati diri TNI pada perubahan lingkungan yang terjadi di Indonesia. “Hal itu guna terwujudnya atas pemahaman pokok kebijakan panglima TNI TA 2017, kebijakan pembangunan kekuatan penggunaan kekuatan dan operasi teritorial,” katanya.

Selain itu, sambung Gatot, TNI harus dapat menerima masukan terhadap berbagai permasalahan dan kendala yang dihadapi oleh satuan bawah setingkat batalyon dan kodim sampai tingkat kotama. Serta mencari dan merencanakan solusi pemecahannya.

Meningkatkan solidaritas dan terjalinnya silaturahmi antar komandan satuan di jajaran TNI dirasakan sangat perlu bagi prajurit. “Kami ingin prajurit TNI semakin solid dalam menjaga kesatuan dan persatuan TNI,” tutup Gatot. (dik)