Foto: Ist/Net/Radar Depok DAFTAR RELOKASI: Ratusan pemilik kios di Blok I dan II Pasar Senen melakukan pendaftaran, guna relokasi pascakebakaran di Pasar Senen.
yamaha-nmax

 

DAFTAR RELOKASI: Ratusan pemilik kios di Blok I dan II Pasar Senen melakukan pendaftaran, guna relokasi pascakebakaran di Pasar Senen. Foto: Ist/Net/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Kebakaran melanda Pasar Senen Kamis sekitar pukul 04.20 WIB. Atas kejadian ini diperkirakan pengelola Blok I dan II Pasar Senen, PT Pembangunan Jaya mencapai Rp150 miliar.

“Diperkirakan kerugian bangunan Rp125 miliar-Rp 150 miliar,” kata Pimpinan Unit PT Pembangunan Jaya pengelola Blok 1 dan 2, Prismo Juniprianto, di Kantor Pemasaran Pasar Senen Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (20/1).

Ia menyebut kerugian itu telah termasuk bangunan dan seluruh fasilitas pengelola. Misalnya infrastruktur listrik dan inventaris lainnya. “Itu sudah termasuk fasilitas, kita punya inventaris juga,” tutur Prismo.

Ia mengatakan, di dalam Blok I dan II ini ada 452 kios pakaian bekas dari total 1.102 kios. Setiap pedagang pakaian bekas ini ada yang memiliki 2-3 kios, bahkan ada yang mencapai 10 kios. Sementara itu, total pedagang di Blok I dan II Pasar Senen sebanyak 1.600 pedagang. Di antaranya yaitu pedagang buku, percetakan dan reklame, dan pakaian bekas. “Total blok 1 dan 2 ada 1.102 kios,” kata Prismo.

Dia mengatakan saat ini pihak pengelola masih berfokus pada proses pemadaman api di lokasi. Para pedagang untuk sementara akan direlokasi ke blok V. Sementara itu, pihak pengelola belum dapat memastikan apakah pasar yang saat ini terbakar akan dibangun ulang atau di revitalisasi.

“Nanti itu mau di bahas soal pembangunan ulang atau diapakan karena harus dirapatkan dengan direksi. Saat ini fokus kami untuk proses pemadaman api,” kata Prismo.

Sementara itu, Para pedagang di Blok 1 dan 2 menuntut agar relokasi di Blok 5 dapat menampung seluruh kios yang sebelumnya terbakar. “Ini kan kebakaran Blok 1 dan 2 nah kita akan menyediakan di Blok 5 lantai 1 dan 2, tapi akan kita benahi dulu, ini mereka agak tidak mengerti. Kalau dengan kondisi sekarang tidak cukup, makanya kita sekat-sekat lagi dengan 2 x 2 meter karena jumlah mereka cukup banyak,” ujar Prismo.

Mengantisipasi adanya rebutan kios di antara ribuan pedagang, Prismo akan membuat sistem undi agar adil. Dia berharap pedagang bisa mengerti dan menunggu hingga situasi membaik. Manajemen, sambung Prismo, akan mengusahakan renovasi Blok 5 lantai 5 dan 6. Dia tidak ingin blok ditempati dengan kondisi tidak layak untuk berdagang.

“Kita akan berhitung ulang sesuai keinginan mereka agar lebih cepat. Kalau mau cepat, kita cari solusi lain, ada lokasi di lantai 5 dan 6 bisa digelar tanpa renovasi. Tapi kita tidak mau menyiapkan kondisi apa adanya, kan harus ada keramik dulu dan rolling door. Kalau ada kehilangan, nanti protes ke manajemen lagi,” terangnya.

“Ibarat kata, kita nih kapasitas sekarang terbatas. Mereka berharap (jumlah kios) sama dengan yang saat ini mereka sewa, kan nggak mungkinlah,” ujarnya.

Ratusan personel dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Senen disiagakan di Pasar Senen. Hal ini guna mencegah terjadinya penjarahan di Blok I dan II Pasar Senen.

Sebab, dikhawatirkan adanya orang-orang tak bertanggungjawab yang memanfaatkan kebakaran disana, untuk mencari untung dengan cara mengambil barang-barang dagangan milik pemilik kios yang masih ada di kiso-kios mereka yang terdampak akibat kebakaran itu.

“Tentu kita masih berjaga untuk mengantisipasi terjadinya tindakan tersebut. Sampai saat ini ada 178 personel yang disiagakan di lokasi,” kata Kapolsek Senen, Komisaris Polisi Indra S Tarigan saat dikonfirmasi, Jumat (20/1).

Menurut dia, pihak kepolisian sempat melihat adanya beberapa orang yang diduga memiliki niatan untuk menjarah barang dagangan pemilik kios yang terbakar.

Tiga orang lelaki terlihat tengah bekerjasama melemparkan barang dari dalam gedung ke mereka yang menunggu di luar. Namun, berkat kesigapan polisi hal itu pun urung dilakukan.

Polisi yang melihat kejadian itu pun segera menghampiri ketiganya. Tiga orang pria itu pun lantas melarikan diri saat dihampiri polisi, namun, ketiganya tidak membawa barang yang mereka lemparkan dari dalam gedung Pasar Senen itu.

“Memang ada niat, tapi belum sempat karena kita sigap mendatangi,” ucapnya. (gun/dtc/elf/JPG)