IRWAN/ RADAR DEPOK MEMPERINGATI : PCNU Kota Depok bersama Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengelar acara Haul Gus Dur ke -7 di kantor seketariat di Kelurahan Kalimulya, Cilodong, Senin (9/1).
yamaha-nmax

 

MEMPERINGATI : PCNU Kota Depok bersama Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengelar acara Haul Gus Dur ke -7 di kantor seketariat di Kelurahan Kalimulya, Cilodong, Senin (9/1). Foto: Irwan/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM –  Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok, belum lama ini, menggelar Haul (memperingati wafat) Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang ke-7 di kantor seketariatnya, bilangan Kelurahan Kalimulya, Cilodong.

Dalam acara itu, para pengurus PCNU mengkhatamkan Alquran yang digelar dari pagi hingga sore. “Alhamdulillah, kita mengadakan Haul Gus Dur dengan membaca Alquran dari pagi hingga sore,” kata Ketua PCNU Kota Depok, Raden Salamun Adiningrat kepada Radar Depok, kemarin.

Selain itu, kata dia, kegiatan juga dibarengi dengan membaca salawat, sejarah Nabi Muhammad SAW, zikir, dan testimoni yang dibawakan para murid Gus Dur.

“Haul itu juga dihadiri para orang-orang non Muslim. Mereka datang karena mengapresiasi pemikiran Gus Dur,” katanya.

Digelarnya Haul Gus Dur ini, lanjut Salamun, merupakan suatu kewajiban moral bagi NU. Ia pun menegaskan bila Gus Dur milik semua kelompok. “Haul Gus Dur ini dibarengi dengan Maulid Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengungkapkan bahwa sebagai pihak eksekutif pihaknya sangat membutuhkan ulama. Pasalnya, ditengah kemajemukan saat ini, alim ulama bisa memberikan kesejukan. Perekat persatuan dan penjaga stabilitas.

“Kami pihak eksekutif sangat membutuhkan peran ulama dalam membangun Kota Depok yang majemuk serta merupakan replika dari bangsa Indonesia. Sosok Gus Dur sebagai guru bangsa patut diteladani NU yang merupakan organisasi massa yang besar,” tutur Pradi.

Pradi pun mengajak para ulama dan kyai dalam berkolaborasi membangun Kota Depok. Sebab,  banyak pemikiran dan masukan dari ulama yang berguna dalam pembangunan suatu kota.

Apalagi, masukan tersebut bisa dilanjutkan dalam sebuah program. “Adakah  rasa berbagi dan kolaborasi, dari instansi maupun stake holder. Persoalan infrastruktur juga bisa diselesaikan. Untuk itu kami mengajak para alim ulama, mari kita kolaborasi dan bersama mencari solusi,” katanya. (irw)