yamaha-nmax

 

JAKARTA – Berakhir sudah pelarian dari Ridwan Sitorus alias Marihot Sitorus alias Ius Pane (45). Salah satu buron kasus perampokan di Pulomas Residence, Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur ini akhirnya tertangkap pada Minggu (1/1) pukul 07.45 wib, saat turun di pool bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sumatera Utara.

Kapolda Metro Jaya, Irjen M Iriawan menggelar konferensi pers terkait ditangkapnya tersangka terakhir pembunuhan Pulomas, Ius Pane. Ius yang baru saja dibawa dari Medan, ditampilkan di konferensi pers ini. Dikawal petugas kepolisian, dia berdiri di barisan kedua. Adapun di barisan pertama ada jajaran teras Polda Metro Jaya. Irjen M Iriawan ada di bagian tengah barisan pertama.

“Tersangka Ius Pane ditangkap di pool bus,” ujar Iriawan.

Konferensi pers berjalan selama kurang lebih 12 menit. Ius hanya diam berdiri, tidak berbicara. Setelah sesi ini, Ius dibawa ke Mapolres Jaktim. Selanjutnya menjalani pemeriksaan intensif. Selain itu, Ius Pane juga akan dibawa polisi ke setiap tempat saat dia melarikan diri. Polisi akan melacak di mana saja keberadaan sejumlah barang bukti.

“Setelah ini kami akan lakukan pengembangan,” kata Iriawan.

Tempat tersebut antara lain, lokasi di mana mobil yang digunakan untuk merampok diletakkan. Kemudian lokasi senjata api ditinggalkan. “Kami akan bawa ke tempat di mana, pertama mobil yang digunakan untuk melakukan perampokan. Kedua senpi. Ketiga parang atau senjata tajam,” ujar Iriawan.

Selanjutnya, Ius akan dibawa ke tempat di mana dia menjual barang bukti. “Akan kami lacak. Minggu ini mereka sudah melakukan aksi tiga kali, di Purwakarta, Jonggol dan Pulomas,” tutur Iriawan.

Iriawan menyebutkan, Ius Pane merupakan salah satu yang tersadis di aksi perampokan di kediaman Dodi Triono. Karena dia menyeret putri korban yang bernama Diona. Di mana Diona juga meninggal dunia.

“Dia menyeret korban, dengan cara dijambak (rambut) dan dipukul,” kata Iriawan.

Dia memastikan, polisi bakal menggeledah indekos pelaku yang ada di Bekasi. Tujuannya mencari sisa-sisa barang bukti yang kemungkinan masih berada di sana.

“Selain kontrakan, warung jamu juga kita cari karena pelaku sudah menjual barangnya ke sana,” tambahnya.

Iriawan yang juga mantan Kadiv Propam Polri ini menuturkan, dalam pelarian, empat pelaku berpencar. Kemudian juga berpindah-pindah tempat. Sehingga akhirnya diketahui bahwa Ius Pane lari ke Medan dari Jakarta.

“Saya punya target maksimal seminggu sudah beres semua. Alhamdulillah 19 jam ketemu dan Ius Pane ini enam hari (tertangkap) masih sisa waktu kurang satu hari. Ini hadiah teman media,” tukas dia.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan penangkapan ini. Menurut dia, pelaku ditangkap saat hendak naik bus di terminal ALS Medan, Sumatera Utara.

“Ini lagi dibawa ke Mapolres Jakarta Timur. Baru siang ke Polda Metro Jaya,” kata Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (1/1).

Argo menerangkan, penangkapan warga Depok ini merupakan informasi dari warga dan pelaku lainnya.

“Kini masih kami dalami terkait perannya,” ujar mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini.

Diketahui, Ius saat kejadian naik ke rumah lantai dua dan menarik semua penghuni yang ada di lantai tersebut. Dia lantas menodong korban dengan senjata api. Dia juga yang punya ide memasukkan penghuni ke toilet. Residivis kasus pencurian ini juga mencari barang-barang berharga di kamar di lantai 2. Selain itu, dia juga menyeret dan memukul korban Diona (16) dengan gagang senjata api.

Polisi juga menggeledah rumah Ius Pane di Kota Depok. Petugas menemukan softgun dan dua tas milik Dodi Triono.

“Softgun sudah ketemu. Sama tas punya korban, dua-duanya ketemu,” kata Kasat Reskrim Polres Jaktim, AKBP Sapta Maulana.

Penggeledahan dilakukan di rumah Ius yang berada di Tapos, Depok. Penggeledahan ini dilakukan setelah polisi menangkap Ius.

“Ditemukan di rumah Ius di Tapos, Depok,” tambahnya. Ius Pane adalah pelaku terakhir yang diungkap Polda Metro Jaya di kasus perampokan sadis di Pulomas, Jaktim. (elf/JPG/**)