FAHMI/RADARDEPOK DIGUGAT : Inilah jalan yang diklaim pemilik lahan Joyo yang merupakan jalan masuk menuju ke Kecamatan Limo seluas ratusan meter, kemarin.
DIGUGAT : Inilah jalan yang diklaim pemilik lahan Joyo yang merupakan jalan masuk menuju ke Kecamatan Limo seluas ratusan meter, kemarin. Foto : Fahmi/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM-Ini akibat lambat menyikapi masalah. Apalagi, kalau benar dan menang gugatan, pelayanan di Kantor Kecamatan Limo bakal lumpuh. Keladinya, pemilik lahan Joyo mengklaim jalan masuk menuju kekecamatan masih masuk miliknya seluas ratusan meter, kemarin. Dan dalam menyelesaikan masalah ini Pemkot Depok diberi tenggat waktu dua bulan.

Pantauan Radar Depok, kemarin sejumlah tokok dimintai keterangan terkait riwayat tanah tersebut yang sebenarnya. Bahkan, sempat melakukan pengukuran lebar dan panjang jalan tersebut.

Mahyudin salah satu tokoh Kelurahan Limo yang hadir mengatakan, dalam menyelesaikan permasalahan ini butuh waktu. Mengingat semua fakta keabsahan lahan harus di konfrontir guna mencari kebenaran atas gugatan Joyo.

“Pertama harus ukur dulu lebar dan panjang jalan menuju kantor kecamatan yang dihibahkan bapak Hamzah. Jika ada selisihnya maka itu kemungkinan milik bapak ” ujar pria berakamata ini kepada harian Radar Depok, kemarin.

Jumlah lahan yang diwakafkan Hamzah saat itu lebarnya 2 meter. Namun faktanya saat ini lebar jalan menuju Kantor Kecamatan bervariasi antara 4-hingga 8 meter. Bahkan dibagian tengah lebar bidang jalan mencapai lebih dari 10 meter. “Secara kasat mata memang jalan ini sebagian milik Joyo, karena panjang dan lebarnya melebihi wakaf yang diberikan Hamzah. Kalau gugutannya memang pelayanan kecamatan bisa lumpuh,” tegasnya.

Informasi yang didapat dilapangan, pemilik lahan memberi tenggat waktu dua bulan kepada Pemkot untuk membayar lahan seluas lebih dari 200 yang terkena akses jalan menuju kantor kecamatan.

Bila dalam waktu tersebut belum juga membayar kompensasi lahan, Joyo pemilik lahan asal akan melakukan penutupan akses jalan tersebut. Sebab, surat gugutan tersebut sudah dilayangkan setahun lalu.

Sementara, tokoh masyarakat laiannyaa, H Ali menyatakan, jalan menuju kecamatan memang dua kepemilikan , anatar milik Hamza dan Joyo. Namun, yang Hamza tidak masalah karena memang diwakafkan. Sementara Joyo, belum ada perjanjian tertulis ke Pemkot Depok. “Gak ada masalah kalu yang Hamzah,” singkatnya.

Sedangkan, Lurah Limo, Danudi Amin yang ikut dalam rapat mengatakan, tanah sebelum dibeli Hamza merupakan milik Kotong Koni. Dan memang dalam sertifikatnya, Hamza mewakafkan beberapa ratus meter untuk jalan masuk menuju kecamatan.

“Jalan masuk menuju kantor ada dua kepemilikan Hamza dan Joyo. Kalau yang Hamzah memang tidak ada masalah,” tandasnya.

Menimpali hal ini, Camat Limo, Dedi Rosadi belum mau memberikan keterangan lebih jauh.(hmi)