DICKY/RADARDEPOK AUTOMASI : Kasi deposit, akusisi, dan pengolahan bahan perpustakaan, Ima Halimah memperlihatkan absensi pengunjung perpustakaan berbentuk automasi di Perpustakaan Umum Kota Depok.
yamaha-nmax
AUTOMASI : Kasi deposit, akusisi, dan pengolahan bahan perpustakaan, Ima Halimah memperlihatkan absensi pengunjung perpustakaan berbentuk automasi di Perpustakaan Umum Kota Depok. Foto: Dicky/Radar Depok

DEPOK – Demi memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat terutama pengunjung Perpustakaan Umum Kota Depok. Dinas Arsip Perpustakaan dan Perpustakaan Umum Kota Depok, gunakan sistem automasi dan Intregated Library Information System Lite (Inlis Lite) dalam pengelolaan Perpustakaan Umum.

Kasi Deposit, Akusisi, dan Pengolahan Bahan Perpustakaan, Dinas Arsip dan Perpustakaan Umum Kota Depok, Ima Halimah mengatakan, kemajuan teknologi dalam bentuk komputerisasi dikedepankan dalam pengelolaan perpustakaan. Dinas Arsip dan Perpustakaan Umum Kota Depok menerapkan aplikasi Inlis Lite.

“Guna mendukung automasi, kami telah menerapkan aplikasi inlis lite di perpustakaan umum Kota Depok,” terang Ima kepada Radar Depok, kemarin.

Ima menjelaskan, aplikasi inlis lite yang digunakan diperpustakaan umum meliputi, pengolahan buku, keanggotaan perpustakaan, peminjaman dan pengembalian buku, dan melihat jumlah kunjungan. Menurutnya, aplikasi inlis lite memberikan kemudahan kepada anggota perpustakaan maupun pengelola perpustakaan.

Perpustakaan umum Kota Depok, sambung Ima telah memiliki 22 ribu judul buku. Buku tersebut didapatkan dari bantuan provinsi, pengadaan APBD, dan donatur.

Belum lama ini, Perpustakaan Umum Kota Depok mendapatkan 7500 judul buku atau 1.500 eksemplar dari perpustakaan nasional, sehingga bantuan buku menambah perbendaharaan buku di perpustakaan umum.

“Dengan banyaknya judul buku, dapat membantu masyarakat khususnya pelajar guna menambah ilmu pengetahuan,” tandas Ima.

Ima mengungkapkan, semakin bertambahnya buku dan sistem automasi dapat menarik masyarakat dan pelajar guna mengunjungi perpustakaan umum.

Dari data yang dimiliki perpustakaan umum Kota Depok, pada 2015 ada 25 ribu pengunjung dan 2016 sekitar 27 ribu pengunjung. Dia menargetkan, 29 ribu pengunjung untuk 2017.

“Kami akan berusaha mengedepankan kualitas pelayanan dan meningkatkan minat baca masyarakat dan pelajar,” terang Ima.

Salah seorang pelajar pengunjung perpustakaan umum Kota Depok, Rahayu Aprilianti mengatakan, perpustakaan umum menjadi salah satu tempat dia saat mengerjakan tugas sekolah.

Dia menilai, di perpustakaan umum Kota Depok banyak judul buku pelajaran umum guna dijadikan referensi mengerjakan tugas, sehingga membantu dirinya dalam menambah wawasan ilmu.

“Bahkan, saat libur sekolah seperti sekarang, saya lebih memilih keperpustakaan umum guna mengisi waktu luang saat libur guna memperkaya ilmu,” ucap Rahayu. (dic)