RADAR DEPOK.COM – Pandawa Group atau Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Gorup) (PMG) kembali diberi cobaan. Terbaru, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemnekop) terus memantau aktivitas koperasi di Jalan Raya Meruyung No8A, RT2/RW24,  Kelurahan Meruyung, Limo tersebut.

Dan sebelumnya, Kemenkop memberikan pembinaan dan anjuran untuk merombak beberapa elemen kelembagaan termasuk memisahkan diri dari aktivitas penghimpunan dana.

Deputi Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM, Suparno, mengatakan, terkait aktivitas menyimpang yang dilakukan KSP Pandawa, Kemenkop sudah melaksanakan pembinaan sejak terbitnya larangan aktivitas penghimpunan dana yang dilakukan Nuryanto oleh Satgas Waspada Investasi pada 11 November 2016 lalu.

“Kami minta beberapa hal diubah termasuk tidak lagi menghimpun dana dan mencampurkan anggota dengan nasabah tawaran investasi yang dilakukan Nuryanto,” tutur Suparno.

Evaluasi pertama sudah dilakukan akhir Desember 2016 lalu. Dan masih ada beberapa hal yang menyalahi aturan. Menindaklanjuti hal tersebut, pihak Kemenkop sudah melayangkan teguran dan nantinya akan dilakukan evaluasi lagi pada pertengahan Januari 2017 ini.

Apabila nantinya masih belum banyak perubahan sebagaimana KSP selayaknya, maka Kemenkop siap melayangkan surat peringatan. “Nantinya surat peringatan bisa berjumlah tiga kali. Setelahnya bisa kami berikan sanksi jika tetap tidak ada perbaikan,” kata Suparno.

Terkait banyaknya nasabah yang mengalami kendala untuk meminta kembali dananya. Menanggapi hal tersebut, Suparno mengatakan yang pertama harus dicari tahu adalah posisi nasabah tersebut, apakah mereka terdaftar sebagai anggota koperasi atau bukan.

“Kalau bukan anggota koperasi maka mereka berada di wilayah abu-abu dan tidak bisa ditindaklanjuti oleh Kemenkop harus melalui laporan langsung ke Bareskrim,” jelas Suparno.

Hal inilah yang menurutnya harus segera dibenahi karena banyak ketidakpastian di sistem Pandawa Group. Terpisah, Pengamat Koperasi Subiakto Tjakrawerdaja menilai, pengawasan di bidang koperasi terbilang lemah sehingga banyak dimanfaatkan orang jahat.

“Sebenarnya organisasinya baik, tetapi jika pengelolanya sudah memanfaatkan untuk perbuatan jahat, ya, bagaimana lagi?” cetus dia.

Di sisi lain, proses pembentukan koperasi yang lebih mudah kerap dimanfaatkan orang untuk tindak kejahatan. Padahal, sejak awal misi utama koperasi adalah mempermudah pengusaha kecil dan mikro mengakses sumber daya ekonomi.

Sementara, salah satu leader Pandawa Mandiri  mengaku, saat ini ditubuh Pandawa sedang ada pembenahan. Mudah-mudahan sampai batas waktu yang ditentukan bisa selesai semua pelunasan uang nasabah. “Kami sedang melakukan pembenahan mudah-mudahan bisa selesai,” tandasnya.(net/ade/hmi)