RETNO/RADARDEPOK SUASANA LAPANGAN JAWA: Suasana Lapangan Jawa yang dimanfaatkan untuk sarana olahraga sepak bola.
yamaha-nmax
SUASANA LAPANGAN JAWA: Suasana Lapangan Jawa yang dimanfaatkan untuk sarana olahraga sepak bola. Foto : Retno/radardepok

Mengupas Sejarah Nama-nama Kelurahan Di Depok (99)

Salah satu kawasan penghijauan di Kelurahan Beji adalah Lapangan Jawa yang berada di Komplek Perumnas Beji, Depok Utara. Ketua Forum Komunikasi (FK) LPM Kecamatan Beji, Nano Sutrisna kembali menceritakan, keberadaan Lapangan Jawa tersebut ada bersamaan dengan Perumnas Beji Depok Utara yang dibangun sejak Tahun 1975-an.

Laporan: RETNO YULIANTI

Nano Sutrisna mengatakan, sejak menjadi kotamadya, Depok berkembang menjadi kota metropolitan dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi dan kemajuan di berbagai bidang seperti, ekonomi, pendidikan, industri dan transportasi. Dalam sejarahnya, Perumnas diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1976, sejak adanya perumahan tersebut, wilayah Beji dan sekitarnya menjadi padat penduduk.

“Sebagai kota penting dalam jalur lalu lintas ibukota dan wilayah lainnya, termasuk keberadaan wilayah yang terdapat situs bersejarah Keramat Beji, dekat sana ada wilayah yang kemudian dibangun Perumnas Beji, Depok Utara,” jelas Nano Sutrisna.

Kala itu, sambungnya, terdapat lahan di Perumnas Beji Utara yang akhirnya dibangun lapangan diatas lahan, Fasos Fasum Pemkot Depok. Alasan diberinama Lapangan Jawa, karena berada di dekat Jalan Jawa Perumnas Beji, Depok Utara.

“Saat ini Lapangan Jawa menjadi ikon tersendiri di Kelurahan Beji, digunakan untuk kegiatan masyarakat dan kegiatan anak sekolah. Karena di lingkungan sekitar juga berada beberapa sekolah, seperti SDN Beji 4-7,” paparnya.

Keberadaan Lapangan Jawa menjadi penting, untuk segala aktivitas yang ada di Kelurahan Beji. Selain itu, warga Perumnas pun menjaga keberadaan Lapangan Jawa dengan rutin membersihkan lapangan tersebut.

“Jadi segala kegiatan dapat dipusatkan di Lapangan Jawa tersebut. Kami pun bersyukur memiliki lahan terbuka yang dapat menampung warga dalam bersilaturahmi hingga ratusan warga di sana,”ungkapnya.

Selain itu, sambungnya, berbicara mengenai Beji, terdapat juga tempat bersejarah di tengah kawasan padat penduduk, yaitu di kawasan Perumnas Depok Utara RT 03 RW 12 Kampung Keramat Beji. “Jadi meskipun dihimpit perumahan penduduk, ada keberadaan Keramat Beji masih dapat dilihat dengan adanya pohon beringin besar yang masih kokoh berdiri tegas,”ungkapnya.

Dia menambahkan, terdapat satu pohon yang akarnya membentuk tempat seperti petilasan, namun ungkapnya, tidak digunakan sebagai tempat petilasan. “Karena ada padepokan yang juga berada disana,”tandasnya. (bersambung)