Foto: Febrina/Radar Depok MENJELASKAN : Satu persatu operasi perangkat daerah (OPD) di pemerintah kota (pemkot) Depok akan mempresentasikan.
yamaha-nmax
MENJELASKAN : Satu persatu operasi perangkat daerah (OPD) di pemerintah kota (pemkot) Depok akan mempresentasikan. Foto: Febrina/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Guna mewujudkan e-government (e-gov), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok mulai memetakan aplikasi. Sebagai langkah awal, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan dipanggil untuk mempresentasikan aplikasi apa saja yang sudah dimiliki. Fungsi data nantinya untuk saling dimanfaatkan bagi kepentingan Pemkot. Selama ini banyak aplikasi yang tersebar di OPD tapi belum terintegrasi.

“Kami akan mulai OPD untuk menjelaskan aplikasi yang dipunya. Jadi pada saat kita mengintegrasikan, kita sudah tau isinya,” ujar Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Diskominfo Kota Depok, Rahmat Maulana, kepada Radar Depok, kemarin.

Dia menerangkan, saat ini OPD membuat aplikasi sesuai kebutuhan, sehingga OPD tidak memiliki standar. Untuk itu, pihaknya ke depan akan menentukan standar, agar memudahkan dalam mengintegrasikan sebuah data.

Selama ini, lanjutnya, aplikasi yang ada menggunakan jasa pihak ketiga. Sehingga jika terjadi masalah pada aplikasi tersebut, Diskominfo tidak bisa langsung memperbaiki. Pemetaan ini juga dilakukan agar lebih efektif dan efisien.

“Kuncinya masih di pihak ketiga, kalau ada masalah kita nggak bisa buka kunci itu langsung. Menurut saya ini nggak efektif, karena pelayanan ini nantinya akan dirasakan juga manfaatnya oleh masyarakat,” tutur Rahmat.

Sekretaris Diskominfo Kota Depok, Adhy Parayuhda menjelaskan, Program ini, kata dia, juga sejalan dengan Smart City yang digadang pemerintah dan sebagai salah satu tahap untuk memasuki e-gov. Menurutnya, untuk mencapai target tersebut, harus ada yang dilakukan salah satunya dengan pemetaan apliasi pada seluruh OPD.

“Hari ini kita adakan ekspose dengan Dinkes. Kami lakukan secara bertahap sampai semua OPD mempresentasikan aplikasi yang dimiliki. Setelah itu kita lakukan pemetaan,” pungkasnya.(ina)