ADE/RADAR DEPOK PERTEMUAN RUTIN: Menjaga kekompakan, kader PKK Kelurahan Cipayung mengadakan roadshow seminggu sekali ke masing-masing RW.

 

PERTEMUAN RUTIN: Menjaga kekompakan, kader PKK Kelurahan Cipayung mengadakan roadshow seminggu sekali ke masing-masing RW. Foto: Ade/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Tugas menjadi kader PKK bisa dibilang tidak ringan. Bekerja dengan ikhlas tanpa pamrih, namun tanggung jawab mewujudkan lingkungan nyaman, sehat dan bersih merupakan tujuan utama. Maka tak sedikit kader meninggalkan PKK demi kepentingan keluarga.

Berkaca pada hal itu, PKK Kelurahan Cipayung memiliki program roadshow sambang ke tingkat RW. Dengan tujuan menjaga kekompakan dan tali silaturahmi antar kader.

“Dengan turun ke bawah, kader di tingkat RW akan merasa diayom oleh PKK. Sehingga kekompakan terus terjalin,” ujar Sekretaris PKK Kelurahan Cipayung, Herawati kepada Radar Depok.

Hera-sapaannya- menambahkan, saat ini PKK Kelurahan Cipayung telah mengunjungi 3 RW. Yakni RW03, 10 dan 11.

“Roadshow sekaligus melihat potensi yang ada di setiap RW untuk dijadikan program PKK kedepan,” kata Hera.

PKK Kelurahan Cipayung sedang menggalakkan program satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik). “Untuk mengantisipasi menyebarnya virus DBD. Karena jumlah kader yang minim membuat pengawasan jentik nyamuk di setiap rumah tak termonitoring seluruhnya,” tandas Hera.

Lurah Cipayung, Herman, menambahkan, 10 program PKK yang merupakan inti dari gerakan PKK harus dapat terwujud. Sehingga visi Kota Depok yang nyaman dapat diterapkan dan terwujud.

“Mencari kader ibarat mencari seorang kiai, susah. Jadi kader yang ada diharapkan dapat terus dijaga kekompakan dan silaturahminya untuk mewujudkan kelurahan yang bersih, sehat dan nyaman,” kata Herman.

Kader PKK juga diharapkan dapat mewujudkan RW Layak Anak, bank sampah serta koperasi, sebagai target capaian 10 program PKK.

“Seperti saat ini, RW08 sudah memiliki taman, namun bagaimana agar taman itu dapat layak untuk anak. Karena anak merupakan aset dan saat ini isu kekerasan terhadap anak sedang marak,” tutup Herman. (ade)