Foto: Ist/Radar Depok MILIH-MILIH: Sebanyak 39 atlet polo air putri dari seluruh Indonesia sedang bersaing untuk masuk pemusatan latihan nasional (pelatnas) SEA Games 2017.

 

MILIH-MILIH: Sebanyak 39 atlet polo air putri dari seluruh Indonesia sedang bersaing untuk masuk pemusatan latihan nasional (pelatnas) SEA Games 2017. Foto: Ist/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Sebanyak 39 atlet polo air putri dari seluruh Indonesia sedang bersaing untuk masuk pemusatan latihan nasional (pelatnas) SEA Games 2017 dan proses seleksi untuk membangun tim nasional. Kegiatan seleksi tersebut digelar di kolam renang Simprug, Jakarta Selatan.

Sesuai data Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI), jumlah atlet polo air yang mengikuti seleksi sesuai kuota, yaituh DKI Jakarta 11 atlet, Jawa Barat 10 atlet, Sumatera Selatan lima atlet, Jambi empat atlet, Sulawesi Selatan tiga atlet, Jawa Timur, Yogyakarta serta Sumatera Utara masing-masing satu atlet.

Proses seleksi akan dipantau oleh Milos Sakovic asal Serbia, pelatih yang membawa timnas Serbia meraih medali emas polo air Olimpiade 2016 dan juara dunia 2015. Sakovic adalah pelatih baru timnas polo air Indonesia yang dipersiapkan untuk SEA Games 2017.

Dalam seleksi tersebut, para atlet harus menjalani beberapa tes, di antaranya adalah kemampuan berenang, level teknik, kerja sama tim serta stamina.

Seluruh atlet yang sudah masuk dalam program seleksi akan mendapatkan evaluasi berkala sepanjang program seleksi berlangsung.

Komisi Teknik Polo Air PB PRSI, Boyke Mulyana, mengatakan bahwa dari jumlah atlet yang menjalani seleksi, nantinya bakal disusutkan menjadi 18 atlet.

Selanjutnya, atlet yang terpilih itu bakal menjalani pelatnas di bawah kendali Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).

“Seleksi kami lakukan dengan ketat. Makanya, kami meminta setiap pengprov (pengurus provinsi) untuk mengirimkan atlet terbaiknya sesuai dengan kuota yang telah ditentukan,” kata Boyke.

Menurut Boyke, penilaian seleksi harus dilakukan dengan ketat, karena ada harapan bahwa tim yang dibentuk mampu maksimal dalam setiap pertandingan.

Boyke juga meyakini bahwa tim yang dibentuk sejak awal mesti dibangun dengan baik dan menghasilkan skuat tim yang solid hingga masuk tahap pelatnas di bulan Februari.

“saya belum bisa menilai secara detail untuk awal ini. Namun, gambarannya sudah mulai kelihatan. Sebagian atlet fisiknya agak menurun, tapi level teknik tidak jauh berbeda dengan hasil PON Jawa Barat kemarin,” kata Boyke. (trb)