Foto: Ade/Radar Depok SIAP DISEBAR: Lurah Pondok Jaya, Suryana Yusup (kiri), didampingi Kasi Pemerintahan dan Trantib, Saefudin, melihat bibit cabai yang akan dibagikan ke KRPL.
yamaha-nmax

 

SIAP DISEBAR: Lurah Pondok Jaya, Suryana Yusup (kiri), didampingi Kasi Pemerintahan dan Trantib, Saefudin, melihat bibit cabai yang akan dibagikan ke KRPL. Foto: Ade/Radar Depok

PONDOK JAYA – Lurah Pondok Jaya, Cipayung, Suryana Yusup, optimis dalam menghadapi Lomba Kelurahan tingkat Provinsi Jawa Barat pada April mendatang. Dengan segala potensi yang ada di Pondok Jaya, Suryana berusaha untuk mengoptimalkannya.

Ada lebih 8 aspek yang dinilai dari Lomba Kelurahan, mulai dari administrasi kelurahan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, keamanan dan ketertiban, terakhir PKK.

“Semuanya sudah kami siapkan jauh-jauh hari,” ujar Suryana kepada Radar Depok saat ditemui di ruangannya, kemarin.

Salah satu yang sedang disiapkan yakni dalam bidang pemberdayaan masyarakat. Suryana beserta jajaran sedang menyiapkan tanaman berupa bibit cabai sebanyak 1.000 polybag.

“1.000 polybag bibit cabai ini nantinya akan diberikan ke masing-masing RW, karena targetnya setiap RW minimal memiliki satu KRPL (kawasan rumah pangan lestari),” katanya.

Selain KRPL, pihaknya juga sedang menyiapkan kebun KRPL untuk dikelola Pokdarkamtibmas Pondok Jaya. “Bertujuan memberdayakan pokdar di kelurahan, saat ini kebun tersebut sudah ternak ayam kampung 90 ekor, dan beberapa tanaman sayur,” katanya.

Setiap bidang juga sedang disiapkan, seperti pendidikan. Dengan memanfaatkan Komunitas Gerakan Infak Rame-Rame (GIR-R) yang baru dibentuk beberapa bulan lalu, pihaknya berusaha menyetarakan pendidikan warga.

“Hingga saat ini sudah ada 15 anak yang disekolahkan melalui dana GIR-R,” pungkasnya.

Kasi Pemerintahan dan Trantib Kelurahan Pondok Jaya, Saefudin, menambahkan, dalam rangka mensukseskan lomba kelurahan dirinya sedang merapihkan segala macam administrasi.

“Mulai dari menginput data penduduk agar dapat diakses secara online, hingga merapikan data pertanahan,” katanya. (ade)