yamaha-nmax

TERBENGKALAI: Mantan Ketua RT07/07 periode 2004-2007, Sumarlan, menunjukan pondasi gedung Posyandu Wijaya Kusuma di RT03 Kelurahan Sukamaju Baru, Tapos, yang belum terbangun. Foto:Ricky/RadarDepok

SUKAMAJU BARU – Upaya yang dilakukan warga RW07 Kelurahan Sukamaju Baru, Tapos, swadaya membeli lahan untuk membangun pondasi dan membentuk panitia pembangunan Posyandu Wijaya Kusuma di RT03/07, dimentahkan begitu saja oleh Pemkot Depok. Ini lantaran luas lahan untuk posyandu kurang dari 50 meter.

Padahal, usulan yang masuk melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2014 diupayakan untuk mencairkan anggaran pembangunan sebesar Rp50 juta dari Pemkot Depok.

“Kami sudah berusaha mengumpulkan dana dari masyarakat dan membeli lahan untuk gedung posyandu. Tapi tidak bisa dicairkan anggarannya, karena luas lahan hanya 36 meter,” kata Ketua RW07 Kelurahan Sukamaju Baru, Muhammad Ipung, kepada Radar Depok.

Warga yang sebelumnya membentuk panitia pembangunan pun telah membuat pondasi lebih dulu di lahan tersebut. Dengan tujuan, Pemkot Depok melihat usaha yang dilakukan dan keinginan besar warga RW07 untuk memiliki gedung posyandu sendiri di lingkungan.

“Selama ini belum ada gedung sendiri. Jadi kalau melakukan pelayanan dilaksanakan di rumah RW atau RT,” katanya.

Ipung menyesalkan di saat Pemkot Depok kebingungan mencari aset yang akan dibangun untuk kepentingan umum, tetapi di wilayahnya ada upaya dari warga untuk membantu pembebasan lahan, malah dimentahkan dan tidak mendapat bantuan untuk membangun posyandu.

“Lahan sendiri kami beli patungan, pemiliknya pun bersedia menjual tanahnya dengan harga miring karena untuk kepentingan umum,” sambungnya.

Karenanya, ia berharap agar Pemkot Depok tidak terlalu kaku dalam merealisasikan apa yang menjadi kepentingan masyarakat. Terlebih, mendapat dukungan dari warga.

“Kami ingin punya gedung posyandu sendiri. Ini untuk kepentingan umum bukan untuk kepentingan pribadi,” ucap Ipung.

Warga RT07/07, Sumarlan, mengatakan, dirinya menjual tanah dengan harga miring karena untuk kepentingan umum. Padahal, lanjut dia, pasaran harga tanah di lokasi tersebut lebih dari Rp1,5 juta, tetapi ia bersedia menjual dengan harga Rp600 ribu/meter.

“Harga segitu saya berikan karena untuk memajukan lingkungan. Itu pun saya tidak minta seluruh uangnya. Warga mencicil, ketika dikumpulkan kemudian dapat berapa pun disetor ke saya sesuai harga yang disepakati,” kata Sumarlan.

Ketua LPM Kelurahan Sukamaju Baru, Supriadi, menjelaskan, usulan tersebut berasal dari kepengurusan LPM sebelumnya. Saat itu informasinya ada lahan yang dihibahkan, maka siap dibangun untuk posyandu dengan bantuan dari Pemkot Depok sebesar Rp50 juta.

“Di aturan yang sekarang memang tidak bisa. Minimal (luas tanah) harus 50 meter,” kata Supriadi.

Posyandu Wijaya Kusuma rencananya akan dibangun dua lantai. Sehingga, ketika digabung pun jumlah luasannya lebih dari 50 meter.

“Mereka ingin punya gedung posyandu mandiri, dan lantai atasnya untuk sekretariat RW. Saya berharap bisa dibantu untuk pembangunan posyandu,” kata Supriadi. (cky)