Foto: Ade/Radar Depok PROGRAM PUSAT: Lurah Boponter, Bachtiar Satria Buana (pegang mik), mensosialisasikan Prona di aula kantor kelurahan.
yamaha-nmax

 

PROGRAM PUSAT: Lurah Boponter, Bachtiar Satria Buana (pegang mik), mensosialisasikan Prona di aula kantor kelurahan. Foto: Ade/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM– Masyarakat Kelurahan Bojong Pondok Terong (Boponter), Cipayung, diberikan kesempatan untuk mensertifikatkan tanahnya dalam Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) yang digelontorkan Pemerintah Pusat lewat Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Lurah Boponter, Bachtiar Satria Buana, mengatakan, untuk saat ini kelurahannya hanya mendapat kuota 500 bidang tanah.

“Karena ini adalah program nasional yang sifatnya tahunan, maka untuk kesempatan ini kami meyakinkan warga di RW01 dulu,” kata Bachtiar, di sela sosialisasi di aula kelurahan.

Kesepakatan yang langsung disambut masyarakat tersebut menjadi titik awal yang baik untuk masyarakat.

“Karena ini sangat baik bagi masyarakat untuk meningkatkan status tanahnya, khusus bagi warga yang tidak mampu di RW01,” katanya.

Selanjutnya, kata Bachtiar, seluruh RW akan diikutkan Prona secara berurut. “Jika di RW01 sudah tersertifikasi semua, maka akan bertahap digilir ke seluruh RW,” katanya.

Selain pensertifikatan tanah, Bachtiar juga mengajukan agar masjid di Boponter disertifikatkan. “Juga UPT Puskesmas Boponter, karena ini merupakan aset,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPN Kota Depok, Almaini, mengatakan, target Prona 2017 sebanyak 1.000 bidang tanah. Target penyelesaian hingga akhir Juni 2017.

“1.000 bidang itu akan diawali di Kelurahan Boponter 500 bidang. Kemudian selanjutnya Kelurahan Pondok Jaya sebanyak 500 bidang,” kata Almaini.

Almaini melanjutkan, proses pensertifikatan tanah masyarakat secara massal adalah program Pemerintah Pusat yang biayanya telah disubsidi pemerintah. “BPN tidak memungut biaya apapun dalam melaksanakan Prona ini,” pungkas Almaini. (ade)