ASAL-ASALAN: Penutup udit drainase sudah rusak lagi di Jalan Raya Tapos, RT01/20 Kelurahan/Kecamatan Tapos. Padahal proyek ini baru selesai dikerjakan akhir 2016 kemarin. RICKY/RADAR DEPOK
yamaha-nmax

 

ASAL-ASALAN: Penutup udit drainase sudah rusak lagi di Jalan Raya Tapos, RT01/20 Kelurahan/Kecamatan Tapos. Padahal proyek ini baru selesai dikerjakan akhir 2016 kemarin. Foto: Ricky/Radar Depok

SUKATANI – Proyek drainase yang baru saja selesai diperbaiki pada akhir 2016 sudah mengalami kerusakan kembali. Proyek dengan panjang sekitar 200 meter, mulai seberang perumahan Kedayutama Kelurahan Sukatani hingga pom Bensin Kebayunan di RT01/20Jalan Raya Tapos, terlihat rusak cover udith-nya.

Salah seorang warga RW16, Mansur, menyesalkan jika drainase yang baru diperbaiki sudah mengalami kerusakan kembali. Padahal, seharusnya tidak secepat itu mengalami kerusakan.

“Tutur udith-nya beberapa titik rusak, malahan sudah ada yang patah dan amblas ke bawah, sampai ditutupi dengan daun kering agar tidak ada yang jeblos di situ,” ucap Mansur.

Tidak itu saja, pekerjaan drainase tersebut juga dinilai asal jadi, karena untuk merapikan tepi jalan dengan uditch hanya menggunakan adukan semen asal. “Kalau sekarang, seperti diuruk pasir saja, dikorek pakai tangan pun bisa,” katanya.

Ia pun meminta agar Pemkot Depok, terutama bidang pengawasan dapat lebih jeli memonitor pekerjaan di lapangan. Sehingga, tidak ada pekerjaan yang dilakukan asal.

“Jangan hanya bentuk fisikny saja yang dilihat sudah dikerjakan,,tapi kualitas juga harus jelas,” tandasnya.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, saat pekerjaan, tutup udict belum kering dan langsung dipasang.

“Mungkin ada kendaraan berat menepi hingga ke cover uditch jadi langsung patah. Begitu rusak, didiamkan warga lain. Ini yang saya bilang setelah diperbaiki harus ada perawatan dan pemeliharaan oleh warga, jangan dibiarkan saja,” ucapnya.

Sementara, pengurus LPM Kelurahan Tapos, Rudi Harahap, mengatakan jika baru mendapat informasi dari warga terkait hal ini. Saat ini proyek tersebut masih dalam masa perawatan.

Sehingga nantinya akan diperbaiki kembali. “Masalahnya, ada mobil muatan berat yang menepi, sehingga udith patah,” ucap Rudi.

Saat dikonfirmasi Radar Depok, Lurah Tapos, M. Imron, mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pengecekan terkait adanya laporan tersebut. “Saya akan cek dan jika benar pasti saya laporkan ke Dinas PU,” katanya, singkat. (cky)