RADAR DEPOK.COM – Sengkarut Koperasi Simpan Pijam (KSP) Pandawa Mandiri Group (PMG) terus bergulir. Teranyar, puluhan nasabah yang menanamkan investasinya Rp200 miliar belum juga diberikan hingga pertengahan Januari. Walhasil, Bos KSP Pandawa, Nuryanto rencananya bakal digugat dan dilaporkan ke polisi.

KH Mukhlis Effendi yang dikuasakan puluhan nasabah menegaskan, puluhan nasabah dan beberapa leader datang untuk meminta batuan hukum. Jika ditotal ada Rp200 miliar dananya tersimpan di Pandawa, dan meminta uangnya kembali.

Pertama, kata Mukhlis akan mencoba memediasi, jika itu tidak berhasil baru melakukan somasi. Kemudian, jika hal tersebut juga tak diindahkan baru kearah jalur hukum. “Saya akan gugat dan laporkan ke polisi Pak Nuryanto,” tegas Mukhlis kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Pengacara kondang di kota ini menjelaskan, puluhan nasabah yang datang berasal dari sejumlah daerah, ada yang dari Cirebon, Bogor dan Depok. Sedangkan jumlah keseluruhan anggota Pandawa, bisa mencapai ribuan orang dan tersebar di sejumlah daerah. “Saya fokus pada nasabah yang mempercayakan urusannya kepada saya,” terangnya.

Semua anggota, lanjut dia sudah sebaiknya segera mengambil dana karena memang sejauh ini KSP Pandawa tidak jelas dana tersebut dikemanakan. Jika gugutan ini diperkarakan, Mukhlis yakin bakal memenangkan perkara. “Saya memiliki bukti-bukti kuat,” tegas pengusaha ini.

Berkembang juga informasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memblokir rekening Pandawa. Adanya hal tersebut, Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing mengaku, OJK tidak berhak memblokir rekening tersebut. Satgas menutup aktivitas Pandawa ingin mengetahui sejauh mana usaha yang dijalankan.

Jika jelas usahanya pasti akan aman, dan tidak ada usahanya pasti akan seperti ini. “Kami masih menunggu 1 Februari 2017 terkait pengembalian dana nasabah,” tandasnya.(ade)