yamaha-nmax

RADAR DEPOK.COM – Sejumlah masyarakat kembali harus menarik nafas. Keladinya, harga cabai kembali naik dan menembus harga Rp150 ribu per kilogram. Hal itu membuat pedagang cabai jawa disejumlah pasar di Kota Depok merasa resah. Meningginya harga cabai jawa, membuat mereka sulit mendapatkan keuntungan.

Salah seorang pedagang cabai di Pasar Agung, Sutikno mengatakan, harga cabai jawa kembali mengalami kenaikan sejak empat hari yang lalu. Kali ini, harga cabai jawa mencapai Rp150 ribu perkilogram. Dengan meningginya harga cabai jawa, dia harus mengeluarkan modal yang cukup besar guna membeli cabai tersebut.

“Harganya sudah mencapai Rp150 ribu, dan ini membuat kami harus menambah uang modal guna membeli cabai,” ujar Sutikno kepada Radar Depok, kemarin.

Sutikno mengungkapkan, harga cabai terus melambung tinggi sejak akhir Desember tahun lalu. Sebelumnya, harga cabai sempat menurun dari Rp130 ribu hingga Rp110 ribu. Menurutnya, dengan harga Rp130 ribu dia sangat sulit mendapat untung yang besar, dengan cabai yang dia miliki sudah merasa bersyukur walau mendapatkan untung yang sedikit.

Hal senada juga diutarakan Mursiti, pedagang Cabai di Pasar Depok Jaya. Dengan harga cabai yang meninggi, sejumlah pelanggan mulai sedikit membeli cabai miliknya. Dia menjual cabai jawa sebesar Rp140 ribu per kilogram. Dalam sehari, dia hanya mampu menjual cabai sebanyak delapan kilogram, jauh berbeda saat menjual dengan harga normal.

“Naiknya harga cabai, kami mulai mengurangi persediaan cabai guna menghindari kerugian yang besar,” terang Mursiti.

Salah seorang penjual warung nasi, Nurohman menuturkan, melambungnya harga cabai membuat dia harus memutar otak saat berbelanja cabai sebagai salah satu pemenuhan kebutuhan warung makannya. Sebagai penambah rasa pedas dalam masakan, dia mencoba menambahkan cabai hijau yang relatif lebih murah dari cabai jawa.

“Bahkan, saya menggunakan cabai hijau lebih banyak sebagai sambal, dan mengurangi cabai jawa,” ucap Nurohman.

Dengan cara tersebut, sambung Nurohman dia dapat mengurangi anggaran belanja warungnya. Walaupun dia harus mendengar keluhan tentang perubahan sambal yang dia sediakan, sehingga dia mencoba menerangkan tentang naiknya harga cabai kepada pelanggan.

“Memang ada keluhan, mau tidak mau kami mencoba menjelaskan karena harga cabai yang naik,” tutur Nurohman. (dic)