TANYA KEJELASAN: Group Topi Putih wilayah Bogor kemarin menyambangi rumah pemilik KSP PMG, Nuryanto, di Perumahan Palem Ganda Asri Blok A2 No18, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo. Foto : CITIZEN JOURNALISM FOR RADAR DEPOK
yamaha-nmax

 

TANYA KEJELASAN: Group Topi Putih wilayah Bogor kemarin menyambangi rumah pemilik KSP PMG, Nuryanto, di Perumahan Palem Ganda Asri Blok A2 No18, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo. Foto : CITIZEN JOURNALISM FOR RADAR DEPOK

LIMO – Rumah bos Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group (PMG), Nuryanto, di Perumahan Palem Ganda Asri Blok A2 No18 Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, kemarin digerebek investor.

Pemicu para investor ke rumah Nuryanto yang dikomandoi Patih sekitar pukul 14:30 WIB, lantaran ingin menarik dana yang belum juga diberikan.

Informasi yang didapat Radar Depok, dalam aksi tersebut pimpinan Group Topi Putih, Patih, sempat terjadi sedikit keributan di halaman rumah Nuryanto.

Patih bersitegang dengan salah seorang anggota Pandawa Group. Hingga akhirnya Patih diamankan ke Mapolsek Limo.

Menurut keterangan Nuryanto kepada polisi, investor yang akan datang dalam rangka menarik dana berasal dari group Topi Putih pimpinan Patih, yang pernah menjadi leader di Pandawa wilayah Bogor.

Nuryanto mendapat informasi via telepon atau sms langsung dari Patih.

Kapolsek Limo, Kompol Imran Gultom, membenarkan adanya aksi tersebut. “Saya lagi di lokasi dan saat ini situasi kondusif,” kata Imran.

Sementara, salah seorang penghuni di Perumahan Palem Ganda, TV, menyatakan, memang ada keramaian di depan rumah Nuryanto. Tapi tidak diketahui secara jelas masalahnya apa.

“Iya ramai. Ini bukan yang pertama kalinya sejak Pandawa Group ditutup,” kata TV, singkat.

Sekitar kurang lebih 50 orang dari pihak Nuryanto berkumpul di teras dan di dalam rumah.

Terpisah, Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing, kembali mewanti-wanti Nuryanto soal pengembalian dana.

Berdasarkan surat perjanjian yang sudah ditandatangani, terhitung 1 Februari 2017 semua dana nasabah sudah harus dilunasi.

Jika tidak, kata Tongam, satgas akan mengambil langkah tegas. “Kita lihat 1 Februari nanti. Satgas tidak akan tinggal diam,” tegas Tongam. (ade)