ADE/RADAR DEPOK BACA : Para pengunjung yang sedang membaca di perpustakaan dadakan di lembah gurame.
yamaha-nmax
BACA : Para pengunjung yang sedang membaca di perpustakaan dadakan di lembah gurame. Foto : Ade/Radar Depok.

LAPORAN : ADE RIDWAN YANDWIPUTRA

Mengenal Komunitas Peduli Literasi (2)

Tekad RBBT meningkatkan kebiasaan membaca pada generasi saat ini rupanya sangat gigih. Hal itu dibuktikan dengan rutinnya menggelar perpustakaan di emperan salah satu sudut Taman Lembah Gurame setiap minggu pagi.

Kala itu pagi hari di Lembah Gurame sangat cerah, hiruk pikuk taman mulai dari yang berolahraga, bermain sepeda hingga yang hanya bercengkrama mewarnai ramainya taman.

Salah satu sudut terlihat kumpulan orang yang sedang membaca atau hanya sekedar melihat-lihat dan memilih-milih buku. Ya, hari minggu merupakan hari yang sangat ditunggu setiap orang. Tak terkecuali bagi Kominutas Relawan Baca Buku Taman (RBBT). Jika beberapa orang menunggu hari minggu untuk melepas penat, para penggawa RBBT justru memanfaatkan hari minggu untuk menularkan kebiasaan baik bagi masyarakat.

Dengan berbekal ratusan buku hasil sumbangan berbagai pihak dan masing-masing relawan, para RBBT rutin menggelar perpustakaan dadakan disalah satu sudut Taman Lembah Gurame.

Salah satu anggota RBBT, Wahidah mengatakan, sengaja memilih hari minggu sebagai waktu untuk menggelar perpustakaan. “Karena hari minggu pengunjung taman lebih banyak, sehingga target menyebarkan virus membaca akan lebih mengena,” ungkapnya. “Setiap hari minggu kami buka perpustakaan mulai dari pukul 07.00 WIB hingga 11.00 WIB,” lanjut Wahidah.

Karena keterbatasan sarana dan prasarana, lanjut Wahidah, perpustakaan hanya digelar diatas rumput dengan beralasakan spanduk bekas. “Memang kami sedang berusaha untuk mengadakan sebuah tempat di taman, agar para pembaca juga merasa nyaman saat membaca, namun masih belum terealisasi,” ungkapnya.

Meskipun begitu, para pembaca yang mendatangi komunitas ini terus meningkat mulai dari anak-anak hingga remaja, turut meraimaikan perpustakaan dadakan tersebut.

Salah satu anggota Karisma mengatakan, selain membaca terkadang para relawan mengajak para pembaca khusunya bagi anak-anak untuk membuat sebuah kerajinan. Hal ini untuk mensiasati agar para pembaca tidak merasa bosan. “Kerajinan tangannya pun dari barang bekas, misalnya membuat pot dari botol bekas dsb,” ujarnya.

Selain memberikan hiburan, praktik kerajinan tangan juga melatih para anak-anak untuk kreatif dalam daur ulang sampah.(bersambung)