MOU : Kepala Cabang BPJS Kota Depok Nurifansyah bersama perwakilan 14 RS se-Kota Depokk foto bersama usai Penandatanganan Bersama Perjanjian Kerjasama Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) bagi Peserta JKN-KIS Tahun 2017 dengan BPJS Kesehatan Kota Depok, kemarin. 
yamaha-nmax
MOU : Kepala Cabang BPJS Kota Depok Nurifansyah bersama perwakilan 14 RS se-Kota Depokk foto bersama usai Penandatanganan Bersama Perjanjian Kerjasama Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) bagi Peserta JKN-KIS Tahun 2017 dengan BPJS Kesehatan Kota Depok, kemarin.

RADAR DEPOK.COM – Sebanyak 14 rumah sakit di Kota Depok melakukan Penandatanganan Bersama Perjanjian Kerjasama Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) bagi Peserta JKN-KIS Tahun 2017 dengan BPJS Kesehatan Kota Depok, kemarin.

Penandatanganan kerjasama ini dilaksanakan di RS Meilia, Jl Transyogi Cibubur, Kelurahan Harjamukti, Cimanggis. Hadir dalam kesermpatan tersebut Kepala Cabang BPJS Kota Depok Nurifansyah, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Depok Eni Ekasari, dan perwakilan 14 rumah sakit.

Adapun rumah sakit yang melakukan kerjasama ini, yakni RS Meilia, RSIA Tumbuh Kembang, RS Tugu Ibu, RSU Hasanah Graha Afiah, RS Grha Permata Ibu, RS Harapan Depok, RS Simpangan Depok, RS Bhayangkara Brimob, RS Hermina Depok, RS Sentra Medika, RS Citra Medika Depok, RSU Bhakti Yudha, RSUD Kota Depok, dan RS Permata Depok.

Kepala Cabang BPJS Kota Depok, Nurifansyah, menyampaikan rasa syukur atas jalinanya kerjasama tersebut, sekaligus terima kasih kepada rumah sakit yang telah menunjukkan komitmennya dalam upaya memberikan pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Program JKN saat ini memasuki fase pertama menuju tahun 2019, dimana Pemerintah berharap seluruh penduduk sudah terlindungi JKN. Target ini adalah sebagai wujud implementasi kewajiban negara untuk melindungi penduduk dalam hal pelayanan kesehatan.

Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh rumah sakit yang sudah berperan aktif mengawal dan mendukung program JKN. Berkat peran rumah sakit, pelayanan JKN, khususnya di Depok berjalan relatif baik dan lancar tanpa gejolak berarti,” ungkap Nurifansyah.

Diutarakannya, program JKN yang sudah berjalan selama empat tahun ini telah melalui berbagai proses dan perjalanan panjang yang tidak mudah. selain itu, telah dan masih banyak lagi tantangan yang akan dihadapi.

“Saat ini kita masuk era JKN dan banyak yang mengalami berubah, misalnya terkait pembayaran masyarakat melalui mekanisme gotong royong. Ini adalah sebuah kemajuan. Dulu, kesehatan menjadi tanggung jawab sendiri, dalam hal ini negara belum hadir. Sekarang negara sudah menemui solusi, yakni JKN.

Ini diakui sebagai mekanisme terbaik karena saling gotong-royong menjadi bagian untuk saling melindungi sesama yang membutuhkan layanan kesehatan,” pungkasnya.

Nurifansyah mengutarakan, dengan sistem JKN terjadi reformasi pembiayaan kesehatan masyarakat. Terdapat perubahan model pembayaran bagi fasilitas kesehatan.

Sebelumnya rumah sakit diberikan keleluasaan dalam pembayaran. Di era JKN, rumah sakit diikat dengan sebuah standard baru. JKN adalah sebuah sistem baru yang digulirkan pemerintah dan fenomena kebersamaan untuk keselamatan semua penduduk.

Namun, katanya lagi, setiap upaya yang bergerak di bidang kesehatan dan menjalankan jasa kesehatan pada dasarnya berbeda dengan bisnis lain. Tidak semata-mata bisnis komersial, tapi banyak unsur sosial kemanusiaannya. Ada filosofi dan sebuah landasan untuk memberikan layanan kepada masyarakat, sehingga kepentingan layanan publik menjadi target yang utama.

“Perubahan bukan hal yang mudah, banyak dinamika dan tantangan yang harus dihadapi. Karena itu, dalam penyelenggaraan JKN, kita tidak bisa bergerak sndiri. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi agar semakin kuat.

Mari sama-sama kita kuatkan barisan. Patut dimaklumi bahwa apa yang diselenggarakan sekarang jauh dari ideal, tapi itu tantangan.  Apa yang kita lakukan jd kontribusi bangun layanan kesehatan dimana kita berada.

Ada Persoalan dijadikan sebuah masalah kolektivitas cari jalan keluar terbaik. Harapannya ke depan layanan JKN akan semakin baik dan kemampuan membayar masyarakat juga makin baik,” tandasnya.

Sementara, Kabid Yankes Dinkes, Eni Ekasari, menyampaikan apresiasi atas upaya yang dilaksanakan BPJS Kesehatan dalam menyukseskan program layanan kesehatan dari pemerintah. Pihaknya juga berterima kasih kepada rumah sakit yang sudah melakukan kerjasama.

“Layanan kesehatan ini adalah tanggung jawab kita semua. Semoga layanan kesehatan makin ke depan makin baik. Komplain pasien makin berkurang dan kualitas kesehatan di Depok semakin baik ke depannya. Harus diakui bahwa rumah sakit telah banyak memberikan kontribusinya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Direktur RS Meilia, Maridi Kartasmita, menyatakan komitmen rumah sakitnya dalam meningkatkan layanan kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat. Karena itulah, pihaknya menjalin kerjasama layanan kesehatan bagi Peserta JKN-KIS di tahun 2017. (*)