UPS MATI SURI : Enam bulan sudah unit pengolahan sampah (UPS) Grogol di Kelurahan Grogol, Limo, tak beroperasi. Foto :Ferdian/Radar Depok
yamaha-nmax

 

UPS MATI SURI : Enam bulan sudah unit pengolahan sampah (UPS) Grogol di Kelurahan Grogol, Limo, tak beroperasi. Foto : Ferdian/Radar Depok

GROGOL – Enam bulan sudah unit pengolahan sampah (UPS) Grogol di Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, tak beroperasi. Akibatnya, sampah yang berada di dalam bangungan tersebut, terabaikan hingga menumpuk. Bukan hanya itu saja, warga pun jadi kesulitan membuang sampah.

Ketua LPM Kelurahan Grogol Nur Ali menyebutkan, keberadaan UPS tersebut sangat penting dan menjadi satu-satunya andalan warga untuk memproses sampah.

Setelah UPS tidak lagi difungsikan sampah menumpuk didalam UPS. Kondisi ini jelas sangat tidak baik, karena makin lama sampah didalam bangunan UPS itu akan menimbulkan bau tak sedap. Dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Dalam sehari, kata Bacung -sapaanya- jumlah produksi sampah warga Grogol mencapai lebih dari 15 kubik. Dengan mandeknya operasional, maka sebagian sampah terpaksa ditumpuk didalam dan sekitar bangunan UPS.

Selama ini semua sampah warga bisa diproses di UPS itu, sehingga hanya sedikit sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.

“Hal ini harus menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK,” ujarnya.

Sementara, Lurah Grogol, H. Mansyur meminta, DLHK Kota Depok untuk segera mengaktifkan kembali operasional UPS Grogol, agar menanggulangi permasalahan sampah di wilayah setempat.

Dihentikannya operasional UPS cepat atau lambat akan memicu masalah, karena warga pasti akan kesulitan membuang sampah. “Kami berharap kepada dinas bisa segera mengangktifkan kembali UPS yang sudah tidak aktif enam bulan,” tandasnya. (bry)